Turunkan Stunting, Bangga Kencana dan TNI AD Jalin Kerja Sama

oleh -330 Dilihat
Institusi Program KB Bangga Kencana jalin kerja sama dengan TNI AD dalam rangka menekan kasus stunting.(Foto HB/Idris)
Institusi Program KB Bangga Kencana jalin kerja sama dengan TNI AD dalam rangka menekan kasus stunting.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Lembaga penyelenggara program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) secara serentak menandatangani kesepakatan bersama dengan Tentara Nasional Indonesia Anngkatan Darat (TNI AD) untuk mendorong program percepatan penurunan stunting di Tanah Air.

Penandatanganan nota kesepakatan kesepakatan tersebut, berlangsung serentak di seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Tanah Air pada peresmian aplikasi E-Stuntad dan E-Posyandu, sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi secara dini kondisi bayi. “e-Stuntad merupakan aplikasi untuk mendeteksi, mengintervensi, dan memantau anak stunting”.

Peluncuran Aplikasi E-Stuntad dan E-Posyandu serta Webinar Hybrid Motivator Laktasi Workshop dalam Percepatan Penurunan Stunting di Lingkungan TNI AD berlangsung di Aula A H Nasution Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Peluncuran aplikasi tersebut digelar secara online dan ofline yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral Dudung Abdurahman, Ketua Umum Persatuan Isteri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Ny Rahma Dudung, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, serta pejabat di lingkup BKKBN dan TNI AD.

Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Rahma Dudung mengatakan, aplikasi E-Stuntad dan E-Posyandu dapat membantu memantau kesehatan ibu, bayi dan menekan angka kematian ibu dan bayi. Sementara aplikasi E-Stuntad diharapkan membantu dalam pencegahan stunting di tanah air khususnya lingkungan TNI AD.

Tercatat sebanyak 506 Faskes di lingkungan TNI AD yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pencegahan stunting. Sehingga nantinya dapat mendorong kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo menyebutkan, aplikasi e-Stuntad untuk mendeteksi, mengintervensi dan memantau anak stunting. Aaplikasi e-Stuntad memberikan manfaat yang luar biasa untuk menurunkan angka stunting menuju 14 persen.

Aplikasi e-Stuntad di jajaran TNI AD ini sangat menginspirasi kita semua karena datanya real time. Begitu datanya dimasukkan dari Posyandu Persit, datanya langsung terekam dengan baik di aplikasi ini, katanya.

Menyambut aksi konvergensi tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB di Bengkulu menandatangani nota kesepakatan bersama dalam rangka percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Terdapat fasilitas kesehatan (Faskes) TNI AD di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu masing-masing satu faskes dan Kabupaten Rejang Lebong terdapat dua faskes.

“Faskes yang ada di lingkup TNI AD dapat bersinergi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan penurunan stunting di Bengkulu,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto kepada pewarta.

Pada peluncuran Aplikasi E-Stuntad dan E-Posyandu serta Webinar Hybrid Motivator Laktasi Workshop secara online itu, Nesianto, Ketua Pokja 8 BKKBN Bengkulu, Zainin menyaksikan penandatanganan kesepakatan TNI AD bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Bengkulu, bertempat di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Bengkulu, pada pekan pertama September 2023.

Nesianto berharap melalui kerjasama antar dua lembaga pemerintah itu dapat mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan bayi melalui peningkatan peran posyandu di lingkup Faskes TNI AD, harapnya. (irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.