Longsor di Rimbo Pengadang, Jalur Lintas Rejang Lebong-Lebong Lumpuh

oleh -42 Dilihat
Longsor di Rimbo Pengadang, Jalur Lintas Rejang Lebong-Lebong Lumpuh Bengkulu-Jalur lintas Rejang Lebong-Lebong, Bengkulu, di Kecamatan Rimbo Pengadang putus akibat tertimbun tanah longsor susulan sepanjang 30 meter pada Sabtu (27/4/2024) dini hari akibat hujan lebat melanda daerah ini. Sebelumnya pada Jumat (26/4/2024) jalur lintas Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Pengadang lumpuh akibat badan jalan tertimbun tanah longsor, tapi pada Jumat siang timbunan tanah berhasil disingkirkan petugas dari Dinas PUPR Bengkulu. Namun, Sabtu dini hari kembali lumpuh karena terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Sampai berita dilansir arus lalu lintas darat di jalur Rejang Lebong-Lebong masih lumpuh, karena timbunan tanah di jalan masih disingkirkan petugas BPBD Bengkulu dan Dinas PUPR Bengkulu. Kepala Pelaksanaan BPBD Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membenarkan telah terjadi longsor susulan di jalur Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter pada Sabtu dini hari, akibat hujan lebat melanda daerah ini. "BPBD Provinsi Bengkulu telah melaporkan terjadi longsor susulan sekitar pukul 01.00 di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter dengan ketinggian 3 meter sehingga membuat akses transportasi darat d daerah ini terputus total," kata Herwan Antoni, di Bengkulu, Sabtu (27/4/2024). Herwan mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR Bengkulu, akan menurunkan alat berat kembali ke lokasi longsor untuk menyingkirkan timbunan tanah di badan ruas Rejang Lebong-Lebong, agar akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan roda dua dan empat secepatnya. "Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD lebong agar mengerahkan alat berat dari BPBD Lebong, kemudian kami sudah laporkan juga ke Gubernur Bengkulu, hari ini diupayakan penànganan longsor dapat dituntaskan sehingga jalur lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal," ujar mantan Kepala Dinkes Bengkulu ini. Selain itu, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu segera kembali menurunkan alat berat Sabtu pagi untuk membantu pembersihkan timbunan tanah longsor di badan jalan, sehingga arus lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal. Pemerintah Provinsi Bengkulu, katanya saat ini terus melakukan kordinasi dengan BPBD Lebong dari setiap kejadian longsor yang terjadi di daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar penanganan darurat bencana dapat dilakukan dengan cepat. Seperti diketahui awal April lalu, Kabupaten Lebong, Bengkulu dilanda banjir bandang, akibatnya ribuan rumah terendam banjir setinggi 2 meter, ratusan hektare sawah rusak, belasan jembatan gantung rusak serta beberapa fasilitas sosial dan umum rusak. Banjir yang merendam ribuan rumah warga ini terjadi di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong. Namun, banjir bandang ini tidak menelan korban jiwa kecuali beberapa rumah warga dan fasos dan fasum mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. Untuk membantu meringankan beban penderitaan korban banjir berbagai pihak telah menyalurkan bantuan bahan pangan dan bantuan lainya ke Pemkab Lebong. Bantuan datang dari Pemprov Bengkulu, Pemkot Bengkulu, Polda Bengkulu dan instansi lainnya.(min) Jalan lintas Rejang Lebong-Lebong, Bengkulu putus akibat badan jalan tertimbunan tanah longsor setinggi 3 meter di Kecamatan Rimbo Pengadang pada Sabtu ini.(Foto/Pemprov Bengkulu)
Longsor di Rimbo Pengadang, Jalur Lintas Rejang Lebong-Lebong Lumpuh Bengkulu-Jalur lintas Rejang Lebong-Lebong, Bengkulu, di Kecamatan Rimbo Pengadang putus akibat tertimbun tanah longsor susulan sepanjang 30 meter pada Sabtu (27/4/2024) dini hari akibat hujan lebat melanda daerah ini. Sebelumnya pada Jumat (26/4/2024) jalur lintas Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Pengadang lumpuh akibat badan jalan tertimbun tanah longsor, tapi pada Jumat siang timbunan tanah berhasil disingkirkan petugas dari Dinas PUPR Bengkulu. Namun, Sabtu dini hari kembali lumpuh karena terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Sampai berita dilansir arus lalu lintas darat di jalur Rejang Lebong-Lebong masih lumpuh, karena timbunan tanah di jalan masih disingkirkan petugas BPBD Bengkulu dan Dinas PUPR Bengkulu. Kepala Pelaksanaan BPBD Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membenarkan telah terjadi longsor susulan di jalur Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter pada Sabtu dini hari, akibat hujan lebat melanda daerah ini. "BPBD Provinsi Bengkulu telah melaporkan terjadi longsor susulan sekitar pukul 01.00 di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter dengan ketinggian 3 meter sehingga membuat akses transportasi darat d daerah ini terputus total," kata Herwan Antoni, di Bengkulu, Sabtu (27/4/2024). Herwan mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR Bengkulu, akan menurunkan alat berat kembali ke lokasi longsor untuk menyingkirkan timbunan tanah di badan ruas Rejang Lebong-Lebong, agar akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan roda dua dan empat secepatnya. "Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD lebong agar mengerahkan alat berat dari BPBD Lebong, kemudian kami sudah laporkan juga ke Gubernur Bengkulu, hari ini diupayakan penànganan longsor dapat dituntaskan sehingga jalur lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal," ujar mantan Kepala Dinkes Bengkulu ini. Selain itu, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu segera kembali menurunkan alat berat Sabtu pagi untuk membantu pembersihkan timbunan tanah longsor di badan jalan, sehingga arus lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal. Pemerintah Provinsi Bengkulu, katanya saat ini terus melakukan kordinasi dengan BPBD Lebong dari setiap kejadian longsor yang terjadi di daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar penanganan darurat bencana dapat dilakukan dengan cepat. Seperti diketahui awal April lalu, Kabupaten Lebong, Bengkulu dilanda banjir bandang, akibatnya ribuan rumah terendam banjir setinggi 2 meter, ratusan hektare sawah rusak, belasan jembatan gantung rusak serta beberapa fasilitas sosial dan umum rusak. Banjir yang merendam ribuan rumah warga ini terjadi di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong. Namun, banjir bandang ini tidak menelan korban jiwa kecuali beberapa rumah warga dan fasos dan fasum mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. Untuk membantu meringankan beban penderitaan korban banjir berbagai pihak telah menyalurkan bantuan bahan pangan dan bantuan lainya ke Pemkab Lebong. Bantuan datang dari Pemprov Bengkulu, Pemkot Bengkulu, Polda Bengkulu dan instansi lainnya.(min) Jalan lintas Rejang Lebong-Lebong, Bengkulu putus akibat badan jalan tertimbunan tanah longsor setinggi 3 meter di Kecamatan Rimbo Pengadang pada Sabtu ini.(Foto/Pemprov Bengkulu)

Bengkulu-Jalur lintas Rejang Lebong-Lebong, Bengkulu, di Kecamatan Rimbo Pengadang putus akibat tertimbun tanah longsor susulan sepanjang 30 meter pada Sabtu (27/4/2024) dini hari akibat hujan lebat melanda daerah ini.

Sebelumnya pada Jumat (26/4/2024) jalur lintas Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Pengadang lumpuh akibat badan jalan tertimbun tanah longsor, tapi pada Jumat siang timbunan tanah berhasil disingkirkan petugas dari Dinas PUPR Bengkulu.

Namun, Sabtu dini hari kembali lumpuh karena terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Sampai berita dilansir arus lalu lintas darat di jalur Rejang Lebong-Lebong masih lumpuh, karena timbunan tanah di jalan masih disingkirkan petugas BPBD Bengkulu dan Dinas PUPR Bengkulu.

Kepala Pelaksanaan BPBD Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membenarkan telah terjadi longsor susulan di jalur Rejang Lebong-Lebong di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter pada Sabtu dini hari, akibat hujan lebat melanda daerah ini.

“BPBD Provinsi Bengkulu telah melaporkan terjadi longsor susulan sekitar pukul 01.00 di Kecamatan Rimbo Pengadang sepanjang 30 meter dengan ketinggian 3 meter sehingga membuat akses transportasi darat d daerah ini terputus total,” kata Herwan Antoni, di Bengkulu, Sabtu (27/4/2024).

Herwan mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR Bengkulu, akan menurunkan alat berat kembali ke lokasi longsor untuk menyingkirkan timbunan tanah di badan ruas Rejang Lebong-Lebong, agar akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan roda dua dan empat secepatnya.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD lebong agar mengerahkan alat berat dari BPBD Lebong, kemudian kami sudah laporkan juga ke Gubernur Bengkulu, hari ini diupayakan penànganan longsor dapat dituntaskan sehingga jalur lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal,” ujar mantan Kepala Dinkes Bengkulu ini.

Selain itu, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu segera kembali menurunkan alat berat Sabtu pagi untuk membantu pembersihkan timbunan tanah longsor di badan jalan, sehingga arus lalu lintas Rejang Lebong-Lebong kembali normal.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, katanya saat ini terus melakukan kordinasi dengan BPBD Lebong dari setiap kejadian longsor yang terjadi di daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar penanganan darurat bencana dapat dilakukan dengan cepat.

Seperti diketahui awal April lalu, Kabupaten Lebong, Bengkulu dilanda banjir bandang, akibatnya ribuan rumah terendam banjir setinggi 2 meter, ratusan hektare sawah rusak, belasan jembatan gantung rusak serta beberapa fasilitas sosial dan umum rusak.

Banjir yang merendam ribuan rumah warga ini terjadi di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong. Namun, banjir bandang ini tidak menelan korban jiwa kecuali beberapa rumah warga dan fasos dan fasum mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.

Untuk membantu meringankan beban penderitaan korban banjir berbagai pihak telah menyalurkan bantuan bahan pangan dan bantuan lainya ke Pemkab Lebong. Bantuan datang dari Pemprov Bengkulu, Pemkot Bengkulu, Polda Bengkulu dan instansi lainnya.(min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.