Ketua TPPS Bengkulu Selatan Ajak Masyarakat Tingkatkan Pangan Lokal

oleh -370 Dilihat
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajudin menyapa para peserta sosialisasi stunting Kecamatan Ulu Manna. Acara sosialisasi stunting ini dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI dari Bengkulu, Elva Hartati.(Foto HB/Idris)
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajudin menyapa para peserta sosialisasi stunting Kecamatan Ulu Manna. Acara sosialisasi stunting ini dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI dari Bengkulu, Elva Hartati.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu sekaligus Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, melakukan kampanye percepatan penurunan stunting bersama anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati dengan menggaungkan sikap perubahan perilaku untuk merubah hidup sehat.
Kampanye stunting kali ini menyasar warga di kampung keluarga berkualitas di Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin, (26/9/2022).

Polisi Partai Golkar ini dalam kampanye stunting mengajak masyarakat untuk merubah perilaku dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur guna pemenuhan pangan lokal. Ajakan ini dilakukan untuk meningkatkan gizi sebagai upaya pencegahan potensi stunting.

“Saya mengajak kita semua agar merubah perilaku sehat dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal untuk melakukan berbagai kegiatan yang menghasilkan, seperti menanam sayur-sayuran, budidaya ikan dan ternak unggas menghasilkan telur,” harap Rifai.

Menyoal peran pemerintah daerah dalam menurunkan stunting, Rifai menjelaskan bahwa dengan pengimplementasian Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah daerah telah membentuk tim pendamping keluarga (TPK) di tiap desa dan kelurahan di Bengkulu Selatan.

Hadirnya TPK untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting dimaksudkan agar keluarga atau masyarakat dapat memafaatkan keberadaan tim pendamping dalam meningkatkan kesehatan keluarga, khususnya kelompok berisiko stunting.

Untuk diketahui, angka stunting di daerah itu berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) masih sebesar 20,8 persen. Melalui perubahan perilaku, maka diyakini kasus stunting di daerah ini dapat turun dan tidak melahirkan generasi stunting baru.

Kampanye penurunan stunting di Desa Kampung KB terpencil itu dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati, Koordinator Bidang KS-PK BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, serta pemerintahan desa. Guna efektifnya edukasi program tersebut libatkan dua ratus peserta dari kelompok muda.(rs/min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.