Anggota DPR Elva Hartati : Pemerintah Berupaya Tekan Potensi Stunting Secara Nasional

oleh -716 Dilihat
Anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati (kedua dari kanan) didampingi Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajudin (kedua dari) dan Koordinator KSPK BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan saat melakukan sosialisasi kampanye stunting di Desa Bandar Agung, Kecamatan Ulu Manna.(Foto HB/Idris)
Anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati (kedua dari kanan) didampingi Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajudin (kedua dari) dan Koordinator KSPK BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan saat melakukan sosialisasi kampanye stunting di Desa Bandar Agung, Kecamatan Ulu Manna.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan regulasi untuk semua elemen yang terlibat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting tidak terkecuali lembaga legislatif turun ke desa di Provinsi Bengkulu.

Pada penghujung September tahun ini, Senin (26/9/2022), anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati kampanyekan stunting di salah satu desa kampung keluarga berkualitas (KB) terpencil di Bengkulu Selatan, yakni Kampung KB Desa Bandar Agung, Kecamatan Ulu Manna.

Hal ini dilakukan anggota DPR-RI dari dapil Bengkulu, guna untuk mengejar sasaran nasional hingga pada 2024 dengan angka stunting 14 persen. Dimana hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 di Provinsi Bengkulu, pada kisaran 26,2 persen.

Upaya akselerasi penurunan stunting di Bengkulu, anggota DPR-RI bersama lembaga teknis dan pemerintah daerah setempat, terus mengencarkan sosialisasikan program pembangunan kependudukan, khusunya penurunan stunting di Bengkulu Selatan yang libatkan ratusan keluarga berisiko lahirkan generasi kurang gizi.

Hadir dalam kampanye stunting itu, selain anggota Komisi IX DPR RI, Elva Hartati juga Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu, Rusman Efendi diwakili Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Edi Sofyan, Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, dan sejumlah pejabat di lingkup Pemda Bengkulu Selatan.

Elva Hartati dalam kampanye tersebut menyampaikan bahwa pemerintah berupaya maksimal menekan kasus dan potensi stunting secara nasional.

Ia mengatakan, stunting disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pola asuh yang tidak sehat akan mengakibatkan gagal tumbuh bagi bayi, dan nikah usia anak. Bahkan, stunting juga dapat ditimbul karena lalai akan kesehatan reproduksi.

Gerakan 4T

Untuk itu, politisi PDIP ini meminta masyarakat khusunya pasangan usia subur (PUS) kelompok muda agar menggunakan kontrasepsi untuk mengatur jarak hamil yang ideal dengan mengenal gerakan 4T, yakni
hindari melahirkan terlalu usia muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu sering melahirkan.

Pencegahan potensi stunting, katanya harus dilakukan secara konvergensi, karena stunting disebabkan multi faktor, seperti lingkungan tidak sehat, kekurangan akses air bersih dan rumah belum memilik jamban sehat. Kunci utama cegah stunting dimulai pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) kepada bayi harus mengkonsumsi asi eksklusif.

Ia harap melalui kampanye percepatan penurunan stunting dapat dilakukan secara bersama-sama lintas sektor dan perlu mendapat dukungan dari semua komponen masyarakat, sehingga dapat menekan angka stunting di Provinsi Bengkulu, sesuai sasaran sebesar 12,55 persen.(rs/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.