Wabah PMK, Disnakeswan Bengkulu Batalkan Pengadaan Ratusan Ekor Sapi

oleh -250 Dilihat

Bengkulu- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, membatalkan pengadaan bibit ternak sapi sebanyak 913 ekor senilai Rp 12 miliar pada tahun 2022, menyusul terjadinya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah ini.

Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, Muhammad Syarkawi, di Bengkulu, Selasa (19/7/2022) mengatakan, pihaknya menarik paket pengadaan barang dan jasa berupa pengadaan ratusan ekor ternak sapi setelah berjangkitnya wabah PMK di daerah ini.

“Tidak tanggung-tanggung, dana APBD 2022 untuk pengadaan ternak sebanyak 912 ekor sapi nilai Rp 12 miliar lebih kita batalkan karena wabah PMK melanda wilayah Provinsi Bengkulu, dan sekitarnya,” ujarnya.

Syarkawi menjelaskan, tidak etis apabila tetap memaksakan melaksanaan pengadaan bibit sapi di tengah wabah yang mengganas. Sebab, dalam kondisi ini pemerintah memberlakukan pengetatan lalulintas ternak dari zona merah pengadaan bibit.

Syarkawi menyebutkan pengadaan bibit ternak ini setiap tahunnya dilaksanakan. Namun, dengan adanya PMK, pemerintah tidak boleh memaksakan. “Jika pengadaannya dipaksakan justru akan semakin berbahaya,” ujarnya.

Padahal bibit untuk pengembangan ternak ini telah dialokasikan ke beberapa kelompok petani di daerah. Dengan pembatalan pengadaan bibit ternak memberikan dampak yang besar bagi para peternak di Bengkulu. Wabah ini pun tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

‚ÄúTahun ini Bengkulu tidak bisa mendatangkan sapi bibit untuk kelompok petani. Ini tidak bisa dipresidksi kapan berakhirnya, akan tetapi petani pasti dirugikan,” ujarnya.(min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.