Terkait Penyaluran BBM Bersubsidi, Pemprov Bengkulu Segera Panggil Pertamina

oleh -139 Dilihat
Sejumlah kendaraan pribadi dan truk angkutan barang antrean di SPBU di Kota Bengkulu, untuk membeli BBM subsidi. Pemandangan seperti ini terjadi setiap hari setiap SPBU dalam Kota Bengkulu.(Foto/Ist)
Sejumlah kendaraan pribadi dan truk angkutan barang antrean di SPBU di Kota Bengkulu, untuk membeli BBM subsidi. Pemandangan seperti ini terjadi setiap hari setiap SPBU dalam Kota Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, segera menjadwalkan untuk memanggil pihak Pertamina Pulau Baai Bengkulu, terkait antrean BBM bersubsidi di setiap SPBU yang ada di Kota Bengkulu.

“Kita segera menjadwalkan untuk memanggil pihak Pertamina Bengkulu, minta penjelasan terkait antrean pembelian BBM subsidi seluruh SPBU di Kota Bengkulu. Apa penyebab ini terjadi, kita ingin tahu,” kata Asisten II Pemprov Bengkulu, RA Denni, di ruang kerjanya, Kamis (9/11/2023).

Ia mengatakan, pemanggilan pihak Pertamina Pulau Baai Bengkulu nantinya akan membahas mengenai penyaĺuran BBM bersubsidi di Provinsi Bengkulu. Alasannya, pemprov menduga antrean panjang yang terjadi di setiap SPBU di Provinsi Bengkulu, saat ini mayoritas diisi oĺeh kendaraan angkutan milik para pengusaha yang tidak berhak memakai BBM bersubsidi.

“Kita tidak untuk para pembisnis, kita melihat di SPBU yang àntrean itu panjang bukan masyarakat biasa, bukan masyarakat biasa operàsional untuk mencari kehidupan sebagainya, tapi diduga itu adalah kendaraan angkutan barang yang sebenarnya tidak berhak untuk membeli BBM bersubsidi,” kata Denni.

Rata-ràta, antrean yang terjadi di SPBU Bengkulu mayoritas diduga merupakan truk angkutan batu bara, sawit serta angkutan barang untuk pembangunan pemerintah, yang dilarang memakai BBM bersubsidi. “Seperti angkutan batu bara, sawit, termasuk angkutan pembangun pemerintah tìdak boleh memakai BBM subsidi, kita melihat antrean terjadi seperti itu,” tambah Denni.

Karenanya, Pemprov Bengkulu, akan segera memanggil pihak Pertamina Pulau Baai Bengkulu, terkait penyaluran BBM bersubsidi di Provinsi Bengkulu serta menyampaikan hasil pertemuan pemprov beberapa waktu lalu dengan BPH Migas Pusat.

“Kami akan mencoba memanggil Pertamina juga nanti untuk menyampaikan hasil pertemuan kami dengan BPH migas pusat tentang penyaluran itu (BBM bersubsidi),” ujar Denni.

Mantan Sekda Rejang Lebong ini menambahkan, pemanggilan pihak Pertamina Bengkulu nantinya juga akan membahas adanya dugaan pengurangan pnyalùran BBM subsidi ke setiap SPBU di Provinsi Bengkulu, sehingga menyebabkan stok BBM di SPBU mengalami kelangkaan.

“Kemungkinan dalam minggu ini, kami mencoba bertemu dengan Pertamina Pulau Baai, Kota Bengkulu, untuk mengetahui soal penyaluran BBM subsidi ke SPBU. Kalau kita tanya dengan SPBU jatah kami dikurangi biasa kami satu hari 16.000 ton kini cuman dikasih 8.000 ton. Nah, 8.000 ton lagi kemana?.

Sedangkan Pertamina bilang jatah pasokan BBM subsidi ke setiap SPBU di Bengkulu, sudah disesuaikan. Namun, faktanya dilapangan stok BBM subsidi di SPBU cepat habis, akibat pasokan dikurangi, tambah Deny.(mc/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.