Gubernur Rohidin Imbau Pengusaha Kelapa Sawit di Bengkulu Masuk Anggota GAPKI

oleh -16 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dampingi Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Armed Wijaya dan Ketua GAPKI Cabang III Bengkulu, Wiwit menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pelantikan pengurus GAPKI Benghkulu masa bakti 2024-2029.(Foto/Pemprov Bengkulu)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dampingi Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Armed Wijaya dan Ketua GAPKI Cabang III Bengkulu, Wiwit menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pelantikan pengurus GAPKI Benghkulu masa bakti 2024-2029.(Foto/Pemprov Bengkulu)

Bengkulu-Gubernur Bengnkulu Rohidin Mersyah mengatakan, keberadaan Gabungan Pengusuaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas usaha kepala sawit, khususnya di Bengkulu mengingat daya usaha semakin ketat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rohidin Mersyah pada acara pelantikan Pengurus GAPKI Cabang III Bengkulu masa bakti 2024-2029, di Bengkulu, Rabu (3/7/2024). Ia mengatakan, efisiensi produktivitas perusahaan juga meningkat dengan adanya gabungan perusahaan-perusahaan sawit di Provinsi Bengkulu.

“Setidaknya ada 50 perusahaan yang terdata di kami, namun yang tergabung dalam GAPKI hanya beberapa perusahaan saja. Makanya kami mengajak semua perusahaan dan pengusaha kelapa sawit, khususnya di Bengkulu, untuk bergabung menjadi anggota GAPKI,” ujar Rohidin.

Tujuannya, katanya mantan Wagub Bengkulu ini, tidak lain agar pemerintah lebih mudah melakukan koordinasi melalui satu pintu, terutama dalam penetapan harga TBS dan lain sebagainya.

Selain itu, juga untuk efisiensi dan produktivitas melalui inovasi dan penerapan teknologi. Sawit di Bengkulu, tambahnya merupakan industri kelapa sawit dan salah satu komoditas utama yang memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi Bengkulu.

“Kami berharap GAPKI dapat bersinergi dalam meningkatkan perkebunan rakyat. Namun, saat ini kami belum merasakan manfaatnya secara optimal. Ini menjadi saran untuk pengurus yang baru ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI terpilih Cabang Bengkulu periode 2024-2029, Wiwin K mengatakan, pemerintah sekarang menggalang kekuatan dan kekompakan bersama elemen masyarakat dalam penetapan harga TBS, terutama bagi perusahaan sawit di Bengkulu.

“Memang bukan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, tapi komoditas sawit di Bengkulu merupakan komoditas utama. Oleh karena itu, kami berharap adanya kerja sama antara stakeholder dan pemerintah dalam meningkatkan produksi kelapa sawit dan penetapan harga TBS,” kata Wiwin.

Selain itu, pihaknya juga mengajak perusahaan atau pengusaha kelapa sawit di Bengkulu untuk bergabung dalam GAPKI setempat.(min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.