Zamhari Dipercaya Jadi Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu

oleh -98 Dilihat
Zamhari sat dilantik menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu oleh Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo di Jakarta.(Foto/ Humas BKKBN)
Zamhari sat dilantik menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu oleh Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo di Jakarta.(Foto/ Humas BKKBN)

Bengkulu-Zamhari dilantik menjadi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggantikan pejabat pelaksana tugas (Plt) M.Iqbal Apriansyah.

Mantan Kepala Dinas Lingkngan Hidup dan Kehutanan (KLH) Kabupaten Lebong ini sebelum dilantik menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bertugas di Kantor Kesbangpol Provinsi Bengkulu.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari dilantik bersama tujuh orang pejabat eselon II dan 4 orang pejabat fungsional di lingkup BKKBN Pusat. Pengambilan sumpah dan jabatan itu dilakukan langsung oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, di Jakarta Kamis (29/2/2024).

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo dalam arahannya saat melantik Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Bengkulu dan Sulawesi Barat mengatakan, tiga provinsi ini menjadi prioritas karena memiliki TFR tingi, MCPR rendah, stunting tinggi, kematian ibu dan anak tinggi, sehingga setelah dilantik fokus pada strategi percapaian target program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.

Selain itu, segera melakukan pengenalan dan diagnosis wilayah sangat penting sebelum mengambil tindakan. Dengan demikian, target dan sasaran program dapat direalisasikan sesuai harapan.

“Saya berharap ada Quick Win pada 100 hari kerja pertama, yang akan saya evaluasi pada tiga bulan pertama sesuai arahan Menpan RB, jika tidak ada perform maka akan dievaluasi, saat ini mutasi tidak perlu menunggu 2 tahun,” ujar Hasto Wardoyo.

Pada kesempatan yang sama Hasto Wardoyo juga menyampaikan tantangan BKKBN saat ini adalah kualitas. Ketika bicara stunting berarti bicara kualitas. Saat ini membangun manusia itu adalah kualitasnya.

“Jika BKKBN ingin besar, kuasai jargon baru, yaitu bangunlah jiwanya, BKKBN memimpin dalam pembangunan mental dan emosional masyarakat Indonesia. Jantung BKKBN salah satunya ada pada data, setelah BPS menilai kualitas data BKKBN paling bagus dibanding yang lainnya, kita mulai dipercayai dan berperan dalam satu data Indonesia, yaitu melalui data keluarga,” tambah Hasto Wardoyo.

Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulur dari Jakarta, membenarkan Zamhari dilantik menjadi Kepala BKKBN Bengkulu menggantikan pejabat pelaksana Iqbal Apriansyah.

Ia berharap dengan Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, yang baru agar dapat lebih meningkatkan capaian indikator-indikator program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

“Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total merupakan salah satu indikator untuk mengukur capaian program KB. Angka kelahiran total secara sederhana diartikan sebagai jumlah total anak yang lahir dari seorang wanita selama masa usia subur, di Bengkulu, dengan TFR masih pada angka 2,27,” demikian Nesianto.(irs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.