Tekan Potensi Stunting, Kader TPK Mukomuko Ikuti Pembekalan Elsimil

oleh -331 Dilihat
Kepala BKKBN Bengkulu, Rusman Effendi dan para pejabat lingkup BKKBN setempat foto bersama para kader TPK Mukomuko pada acara pembekalan aplikasi Esimil di kantor BKKBN Bengkulu.(Foto HB/Idris)
Kepala BKKBN Bengkulu, Rusman Effendi dan para pejabat lingkup BKKBN setempat foto bersama para kader TPK Mukomuko pada acara pembekalan aplikasi Esimil di kantor BKKBN Mukomuko.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu mengikuti pertemuan pembekalan aplikasi Elsimil untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memberikan pendampingan kepada keluarga secara maksimal dan tepat.

“Pendampingan keluarga dengan menggunakan aplikasi tersebut, akan memberikan daya dorong dalam menekan potensi risiko stunting di tengah masyarakat,” kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Rusman Efendi usai pertemuan tatap muka bersama kader TPK di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Mukomuko, Kamis, (20/10/2022).

Rusman mengatakan, elsimil merupakan aplikasi elektronik siap nikah dan hamil yang merupakan aplikasi untuk mencegah stunting pada anak dengan cara mengedukasi pengguna yang telah memasuki usia siap menikah mengenai bahaya stunting. Aplikasi tersebut, katanya berisi data calon pengantin dari Puskesmas setempat, antara lain lingkar lengan atas perempuan, usia, dan kadar hemoglobin.

Mengingat elsimil amat bermanfaat dan strategis dalam menekan risiko stunting dari kelompok rentan, maka perlu digaungkannya aplikasi tersebut kepada kader TPK dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Kader TPK terdiri dari unsur kader PKK desa, kader KB desa dan tenaga kesehatan, termasuk bidan desa.

Para pendamping keluarga akan merujuk dan mendampingi keluarga berisiko stunting dari laporan aplikasi eksimil, antara lain calon pengantin, ibu hamil, ibu pascasalin, dan ibu dengan balita. “Elsimil upaya menekan potensi risiko stunting terhadap kelompok rentan, khususnya remaja,” ujar Rusman seraya menambahkan, calon pengantin yang masuk kategori berisiko stunting, antara lain perokok dan ukuran lingkar lengan atas perempuan yang kurang dari batasan normal. Karena itu, pendamping keluarga memberikan informasi terkait tambahan asupan gizi serta dan catin agar berhenti merokok.

Pada pembukaan pembekalan kader tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu didampingi Kepala Dinaas DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko Junharto, diwakili Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Agus Setianto, dan Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi (ADPIN) BKKBN Bengkulu, Weldi Suisno.

Pembekalan elsimil ini agar dapat menjadikan para kader dan tenaga penyuluh KB sebagai motor perubahan perilaku masyarakat yang pada akhirnya membantu dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mukomuko.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Mukomuko Junharto menyebutkan, penangganan stunting di daerah itu, telah mengembangkan beberapa program yang berkolaborasi lintas lembaga. Pemerintah daerah diperkuat dengan tenaga 37 orang personel PKB dan kader TPK diseluruh desa dan kelurahan di daerah ini. Di Kabupaten Mukomuko terdapat sebanyak 148 desa, dan tiga kelurahan.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.