Cegah Kemacaten Lalin, Truk Batubara dari Sumsel Dibatasi Masuk Bengkulu

oleh -356 Dilihat
Asisten II Pemprov Bengkulu, Fachriza Razie.(Foto/Ist)
Asisten II Pemprov Bengkulu, Fachriza Razie.(Foto/Ist)

Bengkulu- Pemprov Bengkulu memberlakukan pembatasan sementara truk angkutan batubara dari Sumsel ke Bengkulu. Hal ini dilakukan guna mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalan RE Dinata menuju Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, yang saat ini masih belum normal.

“Kita sudah meminta pihak pengusaha angkutan batubara untuk membatasi jumlah truk angkutan batubara dari Sumsel masuk ke Bengkulu, agar kemacetan lalu lintas di Jalan RE Mardinata menuju Pelabuhan Pulau Baai dapat diatasi secepatnya, sehingga aktivitas masyatakat tidak terganggu,” kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Fachriza Razie kepada Harapan Baru News.com, Kamis (26/1/2023).

Ia mengatakan, kemacetan lalu lintas di Jalan RE Dinata menuju Pelabuhan Pulau Baai, sejak beberapa hari ini sudah dapat diatasi, sehingga jumlah barisan truk batubara di jalan tersebut tidak sebanyak saat macet total.

“Kita sudah meminta pihak terkait, termasuk Dishub Bengkulu, agar kemacetan lalu lintas di jalan menuju kawasan Pulau Baai, segera diatasi. Dengan demikian, jumlah truk batubara yang ada di jalan tersebut terus berkuarang,” ujarnya.

Dengan demikian, katanya arus lalu lintas kendaraan, termasuk truk angkutan batubara di jalan tersebut tidak mengalami kemacetan lagi, seperti beberapa hari lalu. “Alhamdulilah Kamis ini, arus kendaraan di Jalan Mardinata sudah mulai kembali normal seperti biasa. Barisan truk batubara di jalan tersebut, sudah mulai berkurang dari beberapa hari sebelumnya,” ujar Fachari.

Selain membatasi jumlah truk batubara dari Sumsel masuk ke Bengkulu juga pihaknya mengizikan truk batubara parkir di lahan pelabuhan kapal Feri milik Dishub Bengkulu. Ini dilakukan untuk mengurangi barisan kendaraan di jalan tersebut. Dengan cara ini, kata mantan Kepala Dinas BLH Kota Bengkulu itu, arus lalu lintas kendaraan umum di jalan tersebut tidak terganggu oleh barisan truk batubara, sehingga aktivitas masyarakat berjalan lancar.

Asisten II Pemprov Bengkulu menjelaskan, kemacetan arus lalu lintas di Jalan RE Mardinata menuju Pelabuhan Pulau Baai, akibat kegiatan pemuatan batubara ke tangkang tidak berjalan maskimal seperti biasa.

Hal ini terjadi karena badai dan gelombang tinggi, sehingga pengapalan barubara ke tongkang tidak maksimal. Sedangkan jumlah truk barubara yang datang ke pelabuhan terus bertambah. Akibatnya, kemacetan lalu lintas di Jalan RE Mardinata, khususnya di sekitar Pelabuhan Pulau Baai tidak bisa dihindari.

Namun, sejak Selasa lalu, kegiatan pemuatan batubara ke tongkang sudah kembali normal. Dengan demikian, tidak terjadi antrean lama truk barubara di pelabuhan tersebut. Seperti diketahui batubara dari Sumsel didatangkan ke Bengkulu untuk pemenuhan bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pulau Baai. Sebab, batubara yang dihasilkan Bengkulu dirasakan tidak mencukupi kebutuhan PLTU tersebut.(min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.