Turunkan  Angka Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Bengkulu Dilaksanakan Secara Keroyokan

oleh -165 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah didampingi Wagub Rosjonsyah memimpin rapat koordinasi mengatasi angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Provinsi Bengkulu. Rapat ini melibatkan pemkab dan pemkot se-Benghkulu dan Forkompinda di provinsi ini.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah didampingi Wagub Rosjonsyah memimpin rapat koordinasi mengatasi angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Provinsi Bengkulu. Rapat ini melibatkan pemkab dan pemkot se-Benghkulu dan Forkompinda di provinsi ini.(Foto/Ist)

Bengkulu-Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi program prioritas pemerintah daerah (Pemda) Bengkulu, pada tahun 2023 ini. Untuk  mewujudkanya dibutuhkan peran aktif dari berbagai pihak  sebagai bentuk tindaklanjut atas instruksi Presiden RI Joko Widodo pada Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda, di Sentul Bogor, Jawa Barat terkait dengan penekanan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di daerah.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, sesuai instruksi Presiden Jokowi bahwa penanganan kemiskinan dan stunting harus dilakukan secara “keroyokan” atau bersama-sama. Pasalnya, penurunan kasus stunting dan kemiskinan ekstrem tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota saja, tapi semua pihak terkait di Bengkulu juga ikut berstanggungjawab.

“Menangani kemiskinan ekstrem dan stunting tidak mungkin bisa berdiri sendiri, maka harus dilakukan secara keroyokan atau bersama-sama melibatkan peran kontribusi TNI dan Polri Kejaksaan, Lanal, Binda dan unsur Forkopimda lainnya untuk turut bersinergi mengatasi permasalahan ini,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah.

Hal teesebut diungkapkan Gubernur Rohidin Mersyah saat rapat bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, bertempat di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Rabu (25/1/2023).

Dijelaskan, pada pertemuan pihaknya menginginkan mendapatkan laporan atau gambaran dari kabupaten dan kota di Bengkulu, guna menurunkan angka kemiskinan dan stunting di provinsi ini. Data  BPS, pada kurun waktu September 2017 hingga September 2022 kemiskinan Bengkulu menurun, walaupun pada September 2020 sempat kembali meningkat menjadi 15,30 persen akibat pandemi Covid-19 dan pada September 2022 dapat kembali ditekan menjadi 14,34 persen.

“Tahun 2023 ini, Bengkulu masuk dalam 10 provinsi di Tanah Air dengan penurunan presentasi angka kemiskinan sebesar 0,28 persen. Di mana angka penduduk miskin ekstrem mengalami penurunan dari 74.840 (2021) menjadi 73.330 (2022),” tambah Rohidin.

Sedangkan, hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) data prevalensi stunting Provinsi Bengkulu sebesar 22,1 persen, dan untuk data stunting tertinggi berada di Kabupaten Rejang Lebong (26,0 persen) sedangkan terendah di Kabupaten Kaur (11,3 persen). Angka prevalensi stunting rata-rata nasional yaitu 24,4 persen.

“Angka prevalensi stunting di Bengkulu sudah berada di bawah rata-rata nasional yaitu di angka 22,1 persen. Namun, beberapa Kabupaten seperti Rejang Lebong (26,0), Bengkulu Tengah (25,5), dan Seluma (24,7) angkanya masih cukup tinggi. Karena itu, Gubernur Rohidin mengajak pemda dan pemkot di Bengkulu, untuk saling sinergi dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting di daerah ini.

“Kementerian keuangan menyampaikan akan ada dana insentif daerah, bagi Provinsi yang berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting. Namun, lebih penting daripada itu ketika angka kemiskinan dan stunting turun kesejahteraan masyarakat akan lebih baik dan harapan generasi muda Bengkulu akan terjamin,” tambah mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Kota Bengkulu

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengungkapkan antara kemiskinan dan stunting seperti dua sisi mata uang, jika angka kemiskinan tinggi tentu stunting juga akan ikut tinggi.

Di Kota Bengkulu, kata Dedy sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan di angka 15 persen. “Beberapa langkah sudah dilakukan di antaranya menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan dan meminimalisir wilayah kantong kemiskinan baru di daerah ini,” ujarnya.

Pemkot Bengkulu, lanjut Wakil Wali Kota Bengkulu, telah menggerakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkot, seperti Dinas Kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat gratis, penyedian beasiswa hingga penyedian air bersih warga setempat.

“Melalui upaya ini, diharapkan angka kemiskinan dan stunting di Kota Bengkulu, dapat menurun sesuai harapan pemerintah pusat. Kami optimistis jika program di OPD berjalan baik dan lancar angka kemiskinan dan stunting di Kota Bengkulu, akan turun secara signifikan sesuai harapan,” ujarnya.(min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.