Pemprov Bengkulu Atasi Cepat Kemacetan Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Pulau Baai

oleh -271 Dilihat
Pemprov Bengkulu bersama Dishub dan Lantas Polres Bengkulu, berhasil mengurai kemacaten arus lalu lintas di jalan menuju Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Kemacetan ini terjadi akibat kapal tongkang tak bisa bongkar muat barang menyusul cuaca ektrem.(Foto/Ist)
Pemprov Bengkulu bersama Dishub dan Lantas Polres Bengkulu, berhasil mengurai kemacaten arus lalu lintas di jalan menuju Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Kemacetan ini terjadi akibat kapal tongkang tak bisa bongkar muat barang menyusul cuaca ektrem.(Foto/Ist)

Bengkulu- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mengambil langkah cepat mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jalur Simpang Betungan hingga menuju Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Akibatnya terjadi antrean panjang truk angkutan batubara karena tidak bisa melakukan bongkar muat di pelabuhan Pulau Baau, Kota Bengkulu, sejak 2 hari lalu.

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Fachriza Razie mengatakan, bersama pihak Pelabuhan Pulau Baai dan Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, dibantu jajaran Polisi lalu lintas Polresta Bengkulu, sejak pagi telah mengurai kemacetan arus lalu lintas di lokasi tersebut.

Sehingga pada Rabu (25/1/2023, siang arus lalu lintas kendaraan roda dua dan empat menuju Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, kembali normal, baik untuk angkutan umum maupun angkutan truk logistik lainnya.

“Jadi, kemacetan di jalan tersebut sudah berhasil kita urai dimana sejak Senin 3 lajur sekarang menjadi 2 lajur. Kemudian kendaraan yang akan berangkat ke Enggano, saat ini sudah berjalan lancar,” ujar Asisten II Fachriza usai melakukan pemantauan di sekitar Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, Rabu (25/1/2023).

Fachriza menambahkan, berdasarkan informasi dan koordinasi dengan pihak PT Pelindo Bengkulu, terjadinya antrean panjang truk batubara menuju Pelabuhan Pulau Baai. Hal ini terjadi karena dua kapal tongkang tidak bisa melakukan bongkar muat batubara karena cuaca buruk atau ekstrem.

Selain itu, terjadinya antrean panjang truk batubara juga disebabkan tidak lancarnya arus keluar masuk Pelabuhan Pulau Baai karena sedang dilakukan perbaikan jalan di lokasi tersebut dengan dilakukan pengecoran jalan.

Di samping itu juga dari pertemuan dengan APBB oleh Kadis ESDM Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa untuk mengurangi antrean panjang ini, beberapa perusahaan diminta menghentikan sementara pengangkutan dari Bengkulu Utara.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pelindo Bengkulu, saat ini kapal tongkang yang sebelumnya tidak bisa merapat, sekarang sudah bisa beroperasi kembali. “Jadi, karena 1 confire bisa melakukan bongkar muat hingga 8.000 ton, diperkirakan hingga 3 hari ke depan, aktivitas bongkar muat bisa berjalan lancar seperti biasanya,” demikian Fachriza.(mc/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.