Puluhan Calon Pengantin di Bengkulu Kantongi Sertifikat Elsimil

oleh -199 Dilihat
Tim Pendamping Keluarga (TPK) melakukan penyisiran lapangan untuk melakukan skrining aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (elimil) kepada calon pengantin (catin).(Foto HB/Idris)
Tim Pendamping Keluarga (TPK) melakukan penyisiran lapangan untuk melakukan skrining aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (elimil) kepada calon pengantin (catin).(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Kolaborasi pencegahan stunting merupakan tanggungjawab bersama banyak pihak mulai dari lembaga pemerintah hingga institusi masyarakat seperti tim pendamping keluarga (TPK) di tingkat desa dan kelurahan.

Pasalnya, TPK memiliki peran penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, di antaranya melakukan pendampingan dan skrining terhadap calon pengantin melalui aplikasi elektronik siap nikah siap hamil atau elsimil.

Di Kota Bengkulu, pemerintah setempat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menurunkan TPK untuk meningkatkan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan pendampingan kepada masyarakat sebagai upaya percepatan penurunan stunting dari sektor hulu.

Pada 2023, TPK di daerah tersebut, turun menyasar puluhan calon pengantin (catin) untuk melakukan skrining aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (elimil). Hal itu sebagai intervensi sensitif upaya mencegah stunting dari hulu, kata Kepala DP3APPKB Kota Bengkulu, Dewi Dharma kepada pewarta di Bengkulu, Jumat, (24/2/23).

“Terdapat TPK di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu telah mendampingi catin untuk mendapatkan sertifikat elsimil. Dari hasil yang diterima, terdapat beberapa catin dengan keterangan ideal dan belum ideal. Sehingga catin dengan kategori belum ideal menikah tersebut, telah diberikan rujukan atau difasilitasi untuk mendapat pendampingan pada dinas teknis,” ujar Dewi.

Dikatakan pendampingan terhadap calon pengantin dan keluarga berisiko stunting termuat dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) berupa pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin atau calon Pasangan Usia Subur (PUS) dan surveilans keluarga berisiko stunting.

Dewi menambahkan, Elsimil, adalah sebuah inovasi BKKBN untuk menekan angka stunting yang ditujukan kepada remaja calon pengantin. Eksimil mendeteksi kondisi kesehatan dan faktor risiko remaja catin yang layak nikah dan hamil. Aplikasi tersebut akan memberikan penilaian otomatis untuk menentukan apakah kondisi catin itu ideal atau berisiko untuk hamil dan melahirkan.

Sertifikat layak nikah dapat mempermudah urusan administrasi di kantor urusan agama (KUA) atau kantor catatan sipil. Selain itu, Sertifikat tersebut juga membantu pengecekan kesehatan fisik dan kesiapan mental calon pasangan dalam menjalankan rumah tangga.

Mendukung terwujudnya catin yang sehat layak nikah, di Kota Bengkulu terdapat personel TPK sebanyak 612 orang yang tersebar di sembilan kecamatan dan 67 kelurahan.  Secara terpisah Koordinator lapangan petugas keluarga berencana (PKB) Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Babul Ilmi kepada pewarta di Bengkulu menyebutkan, bahwa pendampingan oleh TPK telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

Catin Dapat Sertifikat

Pada Februari tahun ini terdapat sebanyak 23 catin yang didampingi skrining untuk mendapat setifikat elsimil. Sertifikat tersebut adalah surat yang menerangkan bahwa calon pengantin telah diperiksa kesehatan dan melakukan konseling sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ujarnya.

Pendampingan terhadap remaja catin untuk mengantongi sertifikat elsimil. Yang menyatakan bahwa catin bebas dari faktor risiko stunting dengan kondisi ideal. Dan terdapat juga yang belum ideal menikah sehingga difasilitasi untuk mendapat bantuan pendampingan lainnya, ujar Babul.

Dikatakan Babul, pendampingan terhadap remaja catin salah satu strategi dalam pencegahan kekerdilan pada baduta akibat kekurangan gizi kronis, hal itu sebagai intervensi dini dari sektor hulu. Lahirnya anak bebas stunting bukan dimulai saat dilahirkan, namun jauh sebelum itu, yakni sejak janin masih dalam kandungan. Ingat, periode kritis 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan buah hati.

Karena itu, penting bagi seorang calon ibu untuk memeriksakan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Pasalnya, hampir 50 persen kasus stunting terjadi dari masa kehamilan, ujar Babul.

Riki Wahyudi, salah seorang catin yang telah mendapat sertifikat elsimil merasa terbantu dengan adanya aplikasi yang merekomendasikan layak/ideal menikah bagi catin. “Sebab dengan hal itu kami (catin) dapat mengetahui secara langsung kondisi kesehatan kami. Sehingga dengan demikian akan mencegah lahirnya generasi yang kurang sehat.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.