BENGKULI, HARAPAN BARU– Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar takziah malam kedua atas wafatnya H. Nasirwan Thoha bin Muhammad Thoha, mantan Bupati Lebong sekaligus mantan anggota DPR RI. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Takziah dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan duka cita atas wafatnya tokoh yang pernah mengabdikan diri bagi masyarakat Bengkulu.
Herwan juga menyampaikan salam belasungkawa dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Nasirwan Thoha. Duka ini bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga menjadi duka masyarakat Bengkulu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” kata Herwan.
Menurut Herwan, kehadiran pemerintah di rumah duka bukan sekadar memenuhi agenda kelembagaan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Ia mengatakan, pemerintah harus hadir dalam berbagai situasi kehidupan masyarakat, baik ketika merasakan kebahagiaan maupun saat menghadapi kesedihan.
Herwan menjelaskan, kegiatan takziah tersebut juga merupakan bagian dari implementasi program Bantu Rakyat yang digagas Gubernur Helmi Hasan.
“Pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam suasana bahagia, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesedihan dan musibah. Kehadiran kami malam ini merupakan bentuk perhatian kepada keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan Ustaz H. Junaidi Hamsyah. Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang akan dihadapi setiap manusia. Karena itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan sabar serta senantiasa mendoakannya.
Junaidi juga mengajak masyarakat yang hadir untuk memohonkan ampunan dan rahmat bagi almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ia menilai banyaknya masyarakat, kerabat, dan sahabat yang hadir di rumah duka menunjukkan bahwa almarhum memiliki hubungan sosial yang baik semasa hidupnya.
“Ramainya masyarakat yang hadir di rumah duka ini menunjukkan bahwa almarhum merupakan pribadi yang baik, pandai bergaul, dan memiliki hubungan baik dengan sesama. Ini menjadi bukti bahwa beliau meninggalkan kesan positif bagi banyak orang,” kata Junaidi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kehadiran pemerintah dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga yang berduka. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, silaturahmi, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima dan segala khilafnya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Catatan: Judul disederhanakan agar lebih sesuai dengan karakter Kompas cetak. Unsur program Bantu Rakyat tetap dimasukkan dalam isi sebagai konteks kebijakan, bukan sebagai penonjolan promosi pemerintah. Pengulangan pesan belasungkawa dan kepedulian sosial juga dipangkas.
Editor. : Usmin











