Gubernur Rohidin Minta Guru SMA/SMK Lulus P3K Tidak Ajukan Pindah Tugas

oleh -124 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah didampingi Kepala Diknas Provinsi Bengkulu, Saidirman disambut pejabat Kaur saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten tersebut.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah didampingi Kepala Diknas Provinsi Bengkulu, Saidirman disambut pejabat Kaur saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten tersebut.(Foto/Ist)

Bengkulu- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta para guru honorer diangkat menjadi P3K untuk tidak minta pindah tugas ke tempat lain, sehingga tidak ada sekolah yang kekurangan guru.

“Saya minta guru SMA/SMK honorer lulus P3K agar tidak pindah tugas ke tempat lain, sehingga sekolah tidak kekurangan guru, terutama sekolah tempat guru honorer betugas,” kata Gubernur Rohidin saat berkunjung ke salah satu SMA di Kabupaten Kaur, Selasa (16/1/2024).

Ia mengatakan, seluruh guru SMA/SMK yang lulus P3K, diminta tidak mengajukan pindah baik antar sekolah maupun antar kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu. “Jadi, saya minta guru P3K tidak ada yang mengajukan pindah tugas,” ujarnya.

Sedangkan bagi guru P3K yang lulus formasi guru SD dan SLTP baik di provinsi maupun kabupaten dan kota tidak ada larangan untuk pindah tugas, karena hal itu bukan kewenangan Provinsi Bengkulu.

Untuk itu, Gubernur Rohidin menyampaikan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SKM/SLB se-Kabupaten Kaur, agar tidak mengakomodir usulan kepindahan guru yang lolos Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun ini ke daerah lain.

Alasannya, usulan kepindahan para guru lolos menjadi PPPK ke daerah lain dinilai menghambat proses belajar mengajar siswa di sekolah dan dapat mengakibatkan kekurangan guru di sekolah.

“Semua guru honores yang lulus P3K dikembalikan ke sekolah asal, tidak boleh pindah ke sekolah lain ataupun daerah lain kecuali dia melamar di provinsi lain. Ini dilakukan supaya tidak kacau dan sekolah yang ditinggalkan nantinya mengalami kekurangan guru,” tegas Gubernur Rohidin.

Ia mengingatkan para Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Kaur dalam proses penerimaan siswa/siswi tahun ajaran baru mendatang harus mengoptimalkan sistem zonasi.

“Kedua, kami juga meminta kepada seluruh kepada sekolah pada saat proses penerimaan tahun ajaran baru penerimaan sistem zonasi benar benar harus dioptimalkan jangan sampai ada yang tidak kebagian sekolah,” demikian Gubernur Rohidin.(mc/min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.