BI dan Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Percepat Investasi Daerah Lewat BIG RIRU 2026

oleh -49 Dilihat
Bank Indonesia dan Pemprov Bengkulu gelar acara BIG RIRU untuk perkuat singersitas dalam upaya mempercepat investasi di Bengkulu.(Foto/Ist)
Bank Indonesia dan Pemprov Bengkulu gelar acara BIG RIRU untuk perkuat singersitas dalam upaya mempercepat investasi di Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan investasi daerah melalui kegiatan Bencoolen Investment Gathering (BIG) Regional Investment Relations Unit (RIRU) Provinsi Bengkulu Tahun 2026, bertempat salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu, Senin (9/2/2026).

Acara BIG RIRU 2026 secara resmi dibuka Asisten II Pemprov Bengkulu, Raden Ahmad Denni. Forum ini mengusung tema “Bengkulu Siap Investasi 2026: Sinergi dan Akselerasi Proyek Unggulan” dan diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu sebagai upaya memperkuat kolaborasi strategis antara BI dan pemerintah daerah.

Sambutan tertulis Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni dibacakan Raden Ahmad Denni mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif penyelenggaraan forum strategis tersebut.

Investasi dinilai sebagai instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah secara berkelanjutan.

“Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan pembangunan pada penguatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, investasi menjadi katalis utama percepatan pembangunan,” ujar Denni.

Namun demikian, Denni mengakui realisasi investasi di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, realisasi yang tercapai masih berada di bawah 50 persen. Kendala yang dihadapi antara lain kesiapan proyek, kelengkapan dokumen pendukung, ketersediaan data tata ruang, serta keterbatasan infrastruktur penunjang.

Ia menambahkan, peningkatan investasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah serta sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota.

Dalam konteks tersebut, Regional Investment Relations Unit (RIRU) dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi untuk memastikan proyek-proyek unggulan daerah dipersiapkan secara matang dan siap ditawarkan kepada investor, khususnya dalam menyongsong pembangunan tahun 2026.

Denni menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata.

Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui penguatan investasi berbasis hilirisasi, pengembangan kawasan industri, peningkatan konektivitas, serta penguatan jalur logistik strategis.

Arah Pengembangan Investasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menjelaskan, memaparkan kondisi dan arah pengembangan investasi daerah berdasarkan data dan analisis Bank Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 realisasi investasi Provinsi Bengkulu mencapai sekitar Rp3,03 triliun atau 26,32 persen dari target, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Secara spasial, realisasi investasi masih terkonsentrasi di Kota Bengkulu, sedangkan secara sektoral didominasi oleh sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, industri makanan, perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan pergudangan.

Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan pemerataan investasi antarwilayah serta peningkatan kualitas proyek investasi daerah. Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai sebagai pusat hilirisasi dan logistik strategis.

Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kelengkapan studi kelayakan dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Untuk itu, diperlukan percepatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota agar kawasan tersebut dapat segera direalisasikan.

Ke depan, arah investasi di Bengkulu perlu difokuskan pada sektor-sektor prioritas, antara lain hilirisasi dan industri pengolahan, ketahanan pangan dan agroindustri, pengembangan kawasan industri dan kawasan strategis, serta pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, penguatan infrastruktur, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan, serta percepatan proses perizinan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Sekda Bengkulu diwakili Raden Ahmad Denni akhir sambutanya mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga keuangan, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui forum BIG RIRU 2026 ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu mendorong percepatan realisasi investasi serta mewujudkan Bengkulu sebagai daerah yang siap dan kompetitif sebagai tujuan investasi,” katanya.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.