BI Bengkulu Dorong Wartawan Perkuat Pemberitaan Ekonomi dan Potensi Daerah

oleh -21 Dilihat

Rejang Lebong – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu menggelar pelatihan wartawan ekonomi dengan tema “Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Daerah” di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Curup tersebut dibuka Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat dan diikuti sejumlah wartawan dari berbagai media.

Turut hadir sejumlah pejabat KPw BI Provinsi Bengkulu, di antaranya Tulus dan Afri Jonson.

Wahyu mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antara wartawan ekonomi dan BI, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan awak media dalam menyajikan informasi ekonomi yang edukatif serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu.

“Melalui kegiatan ini kami berharap kemampuan teman-teman media dalam menyampaikan informasi ekonomi semakin baik sehingga dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan UMKM di Bengkulu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti potensi komoditas kopi Bengkulu yang mulai menembus pasar internasional. Salah satunya ditandai dengan ekspor kopi robusta Bengkulu ke Italia sebanyak 19,2 ton dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.

Menurut dia, ekspor tersebut menjadi bukti bahwa kopi Bengkulu memiliki peluang untuk bersaing di pasar global, meskipun untuk memenuhi pasar ekspor diperlukan standar kualitas dan proses verifikasi yang lebih ketat.

“Kalau ekspor itu kualitasnya berbeda dengan konsumsi harian. Ada banyak standar dan verifikasi yang harus dipenuhi. Untuk ekspor kopi Kepahiang ke Italia, banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan kopi yang diekspor harus berasal dari lahan yang memenuhi standar dan kualifikasi yang ditetapkan.

Karena itu, potensi kopi berkualitas di Bengkulu perlu terus dikembangkan agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Wahyu optimistis volume ekspor kopi Bengkulu akan terus meningkat dan komoditas tersebut semakin dikenal konsumen mancanegara.

“Nanti saya berharap kalau ditanya nama kopi Bengkulu, muncul di Starbucks dan yang lainnya. Kita berharap kopi Bengkulu terus go international dan kesejahteraan petaninya juga meningkat,” katanya.

Selain sektor perkebunan, Wahyu menyampaikan kondisi perekonomian Bengkulu saat ini berada pada jalur positif. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkulu tercatat sebesar 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi keempat di wilayah Sumatera.

“PDRB kita alhamdulillah cukup tinggi, 5,11 persen, peringkat keempat di Sumatera. Kita sudah on the track, inflasi juga terkendali,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para wartawan juga mendapat pelatihan keterampilan menjadi barista.

Wahyu berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antara BI dan media, tetapi juga membuka peluang kolaborasi serta usaha baru bagi para peserta.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan usaha baru,” katanya.

 

Editir : Usmin

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.