Bank Indonesia Terus Dorong UMKM Tangguh Berdaya Saing dab Cepat Naik Kelas

oleh -37 Dilihat

Bengkulu –  Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat

“BeudayaMeusareSare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Pagelaran KKI 2026 dilaksanakan selama 4 hari di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital  www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 dirangkaikan dengan agenda acara meliputi Talkshow  ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, show case  pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau.

KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home

decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Peran strategis UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa tercermin dari jumlah pelaku yang mencapai 64 juta, menyerap 97% tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional. UMKM perlu terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk semakin memperkuat UMKM, kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia diarahkan melalui tiga strategi utama, yaitu ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi. Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan bangga pada produk buatan UMKM Indonesia serta mendukung UMKM untuk bangkit dan berdaya saing.

KKI 2026, yang merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya, menghadirkan lima aspek kebaruan. Program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emision dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.

UMKM Naik Kelas dan Gerakan Korporasi Gandeng UMKM

Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif.

Menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM yang digaungkan secara masif dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, pada pembukaan KKI 2026 (20/8) menegaskan bahwa kemitraan korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, jaringan, dan adopsi teknologi. Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 yang menargetkan fasilitasi business matching omzet dan ekspor sebesar Rp446,9 miliar, serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.

Penguatan UMKM menjadi krusial di mana usaha menengah yang terus berkembang diharapkan kelak bertransformasi menjadi korporasi baru Indonesia.

KPw BI Bengkulu fasilitasi peningkatan daya saing UMKM Provinsi Bengkulu 

Sejalan dengan arah kebijakan strategis nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu turut berkontribusi melalui peran nyata di daerah dengan memfasilitasi UMKM binaan unggulannya pada pameran luring dan kanal virtual KKI 2026 dengan membukukan total transaksi penjualan sebesar Rp955.491.033.

Pada gelaran KKI 2026, menghadirkan 32 UMKM unggulan Bengkulu yang berpartisipasi secara online melalui website KKI 2026. Dari jumlah tersebut, 6 UMKM turut hadir secara offline di JICC, terdiri atas 2 UMKM wastra dan 4 UMKM makanan dan minuman.

Pada kategori wastra, Batik Kagano menampilkan beragam kain wastra Bengkulu, sementara Swarnabumei menghadirkan produk ready to wear yang mengangkat kekayaan motif dan identitas khas Bengkulu yaitu besurek dan bunga raflesia.

Sementara pada produk makanan dan minuman hadir di KKI Mart melalui CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren.

Peluang perluasan pasar juga terus didorong melalui upaya menjembatani UMKM Bengkulu agar terhubung dengan rantai pasok korporasi, hasil nyata dibuktikan melalui fasilitasi temu bisnis (Business Matching) Ekspor. Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal sebanyak 500 kg Kopi Robusta Bengkulu dengan nilai kontrak awal sebesar Rp 35.500.000,-(tiga puluh lima juta lima ratus ribu rupiah).

Capaian ini menjadi tonggak penting bagi UMKM daerah dalam memperluas akses pasar sekaligus menjawab tantangan kebijakan prorakyat dan pro-pertumbuhan (pro-growth) Bank Indonesia.

Selain Kopi Bukit Barisan, UMKM Bengkulu yang turut mengikuti business matching antara lain Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu. Partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, serta membuka peluang UMKM untuk terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa sinergi ini membuktikan kualitas UMKM Bengkulu siap bersaing dan bermitra di level korporasi.

“Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten. Capaian transaksi dan penandatanganan kontrak kemitraan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM secara nyata.

Mereka kini semakin siap untuk naik kelas, memperoleh pembiayaan yang lebih luas, dan terintegrasi ke dalam rantai nilai berskala nasional,” urai Wahyu.

KPw BI Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme dan kolaborasi mendukung UMKM di Bengkulu terus bangkit, tangguh, berdaya saing dan cepat naik kelas.

Sinergi berkelanjutan antara korporasi, perbankan, dan pelaku usaha di daerah diyakini mampu membangun ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang besar untuk tumbuh, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Editor  : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.