Anggaran Terbatas,  Irigasi Rusak Belum Diperbaiki BWSS VII Bengkulu

oleh -234 Dilihat
Bangunan saluran irigasi di Desa Purbo, Talang Prapat, Kecamatan Seluma, Bengkulu, rusak diterjang banjir Agustus lalu, sampai saat ini belum diperbaiki Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu, akibat keterbatasan anggaran. Foto kerusakan saluran irigasi ini ambil pekan lalu.(Foto/Ist)
Bangunan saluran irigasi di Desa Purbo, Talang Prapat, Kecamatan Seluma, Bengkulu, rusak diterjang banjir Agustus lalu, sampai saat ini belum diperbaiki Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu, akibat keterbatasan anggaran. Foto kerusakan saluran irigasi ini ambil pekan lalu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Kerusakan saluran irigasi di sejumlah titik di wilayah Provinsi Bengkulu, akibat diterjang banjir pada Agustus 2022 lalu, sampai kini belum dilakukan perbaikan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu, menyusul keterbatasan anggaran di instansi ini.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Proyek Jaringan Saluran Air (PJSA) BWSS VII Bengkulu, Hadi Buana dikonfirmasi Harapan Baru News.com dan Harapan Rakyat, di Bengkulu, Rabu (26/10/2022) membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, ada sejumlah titik saluran irigasi mengalami kerusakan, akibat diterjang banjir pada bulan Agustus lalu, tapi kerusakanya tidak begitu parah, sehingga pasokan air dari irigasi ke sawah petani sampai saat ini masih berjalan lancar.

Kerusakan saluran irigasi tersebut, antara lain terjadi di Irigasi Air Nipis, Irigasi Air Alas, Irigasi Seluma dan irigasi lainnya. “Ada beberapa saluran irigasi di Bengkulu, rusak akibat banjir lalu, tapi belum dapat dilakukan diperbaikan karena BWSS VII Bengkulu, tidak memiliki anggaran,” ujarnya.

Meski demikian, kata Hadi pihaknya berusaha agar kerusakan saluran irigasi ini dapat dilakukan perbaikan pada tahun 2022 dengan meminta bantuan dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk menanganinya.

Hal ini dilakukan agar pasokan air dari irigasi bersangkutan ke sawah-sawah petani di sekitarnya tidak terganggu, sehingga petani dapat menanam padi sesuai jadwal. “Kita sudah koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana alam tersebut,” ujar Hadi didampingi Kepala Tata Usaha BWSS VII Bengkulu, Decky.

Dinas PUPR Bengkulu, kata Hadi memiliki anggaran operasi pemeliharaan (OP) irigasi, sehingga dana ini dapat digunakan untuk perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat diterjang banjir Agustus lalu.

“Yang pasti, kami berusaha segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat dilanda banjir Agustus lalu, termasuk kerusakan saluran irigasi di Desa Purbo, Talang Prapat, Kecamatan Seluma, kerusakan irigasi di wilayah Bengkulu Selatan,” ujarnya.

Hadi menambahkan, meski kerusakan saluran irigasi belum dapat ditangani pihaknya, tapi tidak menganggu aktivitas para petani menanam padi karena pasokan air ke sawah sampai saat ini masih berjalan lancar dan normal.

Namun, katanya kerusakan ini tetap akan menjadi perhatian BWSS VII Bengkulu, untuk segera dilakukan perbaikan dalam waktu dekat ini, sehingga sawah petani di sekitar irigasi bersangkutan mendapat suplai air dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso belum dapat dikonfirmasi terkait permintaan pihak BWSS VII Bengkulu, untuk segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat terjang banjir beberapa waktu lalu.(min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.