200.000 Lebih Alokon Disiapkan Untuk Kebutuhan Program KB di Bengkulu

oleh -201 Dilihat
Ketua Tim Kerja I Bidang Akses, Kualitas Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi, Novrina Rizky Idnal.(Foto HB/Idris)
Ketua Tim Kerja I Bidang Akses, Kualitas Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi, Novrina Rizky Idnal.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Untuk mengatasi kebutuhan masyarakat peserta KB aktif pasangan usia subur di Provinsi Bengkulu, pihak Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) daerah ini telah menyiapkan sebanyak 200.000 lebih alat dan obat kontrasepsi (Alokon) modern berupa IUD, Implant, Kondom, Pil dan Suntik.

Ketua Tim Kerja I Bidang Akses, Kualitas Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi, Novrina Rizky Idnal kepada wartawan di Bengkulu, Rabu (17/1/2024) menjelaskan, Alkon sebanyak 200.000 lebih itu, terdiri atas Intra Uterine Device (IUD) choper T sebanyak 2.525 biji, Pil KB kombinasi sebanyak 45.270 keping, dan kondom 287 gros.

Selanjutnya suntik KB mencapai 117.340 vial, suntik KB progestin 1 Ml sebanyak 21.300 vial dan Implant sebanyak 11.570, meliputi implant II batang 10.200 set, implant I batang 1.370 set serta sebanyak 2.500 cyc mini pil. Alokon sebanyak ini, katanya akan didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk mengatasi dan menjawab persoalan kebutuhan peserta KB di masyarakat di Bengkulu pada tahun 2024.

Dengan ketersedian Alkon yang cukup di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, diharapkan dapat menekan unmet need atau kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi hingga pada titik 8,50 persen, menurunkan angka kelahiran total atau total Fertility Rate (TFR) 2,26 anak lahir tiap wanita selama masa subur.

Terkait upaya meraih sasaran kinerja dalam meningkatkan pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di seluruh tingkat wilayah, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, telah menyusun beberapa indikator kinerja.

Adapun indaktor kinerja tersebut, antara lain meningkatkan persentase faskes dalam melayani program KB hingga sebesar 94 persen, menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan hingga sebesar 18,10 persen. Disebut Rina manfaat dan fungsi alokon sangat baik bagi kesehatan, baik ibu melahirkan maupun bayi.

Alat kontrasepsi digunakan untuk menjarangkan kehamilan atau menjaga jarak kelahiran. Dengan demikian, penggunaan alat kontrasepsi juga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi karena jarak kelahiran yang terlalu dekat atau terlalu sering.

Alokon menjadi unsur penting dalam rentetan pelayanan KB kepada akseptor, selain konseling, informasi dan edukasi (KIE) juga tidak kalah penting peranannya. Bahkan, menjadi prasyarat utama sekaligus hak yang harus didapatkan oleh akseptor sebelum akseptor mendapat pelayanan dalam ber-KB.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.