Wagub Rosjonsyah: Pencak Serawai Lestarikan Warisan Budaya Leluhur

oleh -106 Dilihat
Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah disambut atraksi pencak silat saat menghadiri pembukaan festival pencak silat di Kabupaten Seluma, Bengkulu.(Foto/Ist)
Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah disambut atraksi pencak silat saat menghadiri pembukaan festival pencak silat di Kabupaten Seluma, Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Rosjonsyah mengatakan, festival pencak silat ini merupakan wujud kepedulian sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang sangat istimewa.

Hal tersebut diungkapkan Wagub Rosjonsyah saat menghadiri Festival Pencak Serawai II di Desa Karang Anyar, Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma, Selasa, (21/11/2023). Kegiatan ini berlangsung di pelataran halaman rumah Pangeran Arpan, Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, yang merupakan salah satu tempat cagar budaya milik masyarakat Desa Semidang Alas.

Wagub Rosjosyah mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil dari cerita para sesepuh tokoh adat Semidang Alas, dan kegiatan ini juga sebagai wujud kepedulian sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang sangat istimewa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat se Provinsi Bengkulu khususnya masyarakat Seluma untuk melestarikan salah satu budaya kita, Pencak Serawai ini, karena ini sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM, yang artinya memiliki sertifikasi dan hak paten milik masyarakat Kabupaten Seluma,” ujar mantan Bupati Lebong ini.

Ia menambahkan, Festival Pencak Serawai ini pula kita akan lebih peduli untuk melestarikan dan mengembangkan serta menginformasikan dan juga mempromosikan warisan budaya tak benda dan warisan budaya benda yang berasal dari Seluma.

“Ini juga salah satu upaya perhatian pemerintah, untuk melestarikan warisan budaya Pencak Serawai. Kita harus bangga akan warisan budaya dari nenek moyang kita,” ujarnya.

Provinsi Bengkulu ini, katanya kaya akan warisan budaya tidak benda, contohnya aksara Kaganga, kain Lantung, Umeak Potong Jang, Tabut, kain Besurek, Bekejai (Upacara Perkawinan Suku Rejang), Serunai Bengkulu, Guritan Kaur, tari Gandai, tari Palito, Gamat, pencak Serawai , dan lainnya. Tugas kita sekarang menjaga agar itu tidak hilang, tetap terjaga, demikian Rosjonsyah.(mc/min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.