Satgas Pecegahan Stunting Pusat Ajak Masyarakat Cintai Posyandu

oleh -24 Dilihat
Koordinator Program Manager Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting Pusat, Sudibyo Alimoeso meninjau Posyandu di Desa Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kepahiang, Bengkulu.(Foto HB/Idris)
Koordinator Program Manager Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting Pusat, Sudibyo Alimoeso meninjau Posyandu di Desa Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kepahiang, Bengkulu.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Program Manager Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting Pusat, Sudibyo Alimoeso melakukan kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu untuk memonitor dan evaluasi aksi pengukuran bayi, dan intervensi serentak dalam rangka akselerasi penurunan stunting di Bumi Rafflesia.

Salah satu daerah yang menjadi lokasi khusus (lokus) pemantuan intervensi di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Kepahiang. Posyandu yang dikunjungi adalah Posyandu Bukit Sari dan Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan.

Sudibyo mengajak masyarakat agar cinta akan posyandu, dan menjadi sebagai rumah sehat keluarga karena melalui peran dan fungsinya dapat mewujudkan generasi yang sehat.

Posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, Sasaran intervensi serentak adalah keluarga berisiko stunting, dengan kegiatan pengukuran panjang badan bayi, penimbangan berat badan bayi dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi catin yang terindikasi anemia. “Jadikan posyandu rumah sehat keluarga, generasi yang sehat berawal dari peran dan fungsi posyandu,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga harus berpartisipasi aktif datang ke posyandu untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan bayi agar tetap sehat. Melalui aksi tersebut maka stunting di Tanah Air dapat teratasi,” kata Sudibyo Alimoeso, ketika mengunjungi Puskesmas Desa Bukit Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, pekan ini.

Untuk mengejar sasaran pada 2024 sebesar 14 persen maka pemerintah menggelar aksi intervensi serentak terhadap kelompok prioritas, yaitu ibu hami, pasca lahir dan baduta.

Terhadap catin yang ditemuinya, Sudibyo imbau agar dapat menditeksi anemia secara manual dan konsumsi tablet tambah darah bagi catin anemia. Hindari perokok dalam kondisi hamil, sebab, dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan ibu hamil dan janin,” ujar Sudibyo. (irs/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.