Ribuan Anak di Bengkulu Berpotensi Alami Stunting

oleh -60 Dilihat
BKKBN Bengkulu menggelar sosialisasi stunting di Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.(Foto/Dok)
BKKBN Bengkulu menggelar sosialisasi stunting di Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.(Foto/Dok)

Bengkulu- Berdasarkan data yang didapat Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Bengkulu dari Posuyandu sepanjang tahun 2025, mencatat ada ribuan anak di wilayah ini berpotensi mengalami stunting.

Dijelaskan, dari 118.373 anak yang diperiksa melalui pengukuran tinggi dan berat badan, sebanyak 4.103 anak teridentifikasi berpotensi stunting. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dini.

Ketua Tim Kerja Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat BAPPERIDA Provinsi Bengkulu, Jon Hendri Nurdan, di Bengkulu, Sabtu (24/1/2026) menjelaskan, data tersebut berasal dari hasil pemantauan pertumbuhan anak.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi awal permasalahan gizi. Dari jumlah anak yang berpotensi stunting, sebanyak 1.033 anak merupakan baduta dan 3.070 anak merupakan balita.

Data ini digunakan sebagai dasar pemetaan wilayah dan kelompok usia yang membutuhkan perhatian khusus. Meski demikian, angka pasti kasus stunting di Provinsi Bengkulu untuk tahun 2025 hingga kini belum ditetapkan secara resmi.

Penetapan tersebut masih menunggu rilis data dari Kementerian Kesehatan. Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri menargetkan angka stunting tahun 2025 sebesar 17,7 persen sesuai dengan RPJMD dan kajian sejumlah organisasi perangkat daerah.

Target ini diharapkan dapat dicapai melalui penguatan program intervensi gizi dan kesehatan ibu anak. Sebagai perbandingan, angka stunting di Bengkulu pada tahun 2024 tercatat sebesar 18,8 persen.

Angka ini terjadi penurunan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 19,8 persen. Tren penurunan ini diharapkan terus berlanjut melalui kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

Dari pantuan dilapangan berbagai pihak dilibat baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Bengkulu untuk terlibat dalam penurunan kasus stunting di provinsi ini.

Sebagai penggerak utama penurunan kasus stunting di Bengkulu, salah satunya BKKBN Bengkulu. Instansi teru bergerak ke berbagai pelosok desa di Provinsi Bengkulu untuk melakukan sosialisasi stunting kepada masyarakat.

Selain itu, BKKBN bersama instansi terkait juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemenuhan gizi bagi balita di desa dan kelurahan di Bengkulu. Hal ini dilakukan agar orang tua dapat memberikan gizi yang cukup kepada balitanya.

“Dengan pemberian gizi yang cukup tersebut, diharapkan balita terhindar dari stunting atau balita tumbuh gagal alias kerdil,” kata Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.