Polairud Papua Barat Daya Hadirkan Perpustakaan Apung, Perluas Akses Pendidikan Anak Pesisir

oleh -15 Dilihat

Sorong – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Barat Daya menghadirkan layanan perpustakaan apung bagi anak-anak di wilayah pesisir dan kepulauan.

Program ini menjadi bagian dari upaya Polri memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan minat baca generasi muda.

Kegiatan melalui program Polisi Peduli Pendidikan tersebut dilaksanakan bersama Satpolairud Polres Sorong Kota di kawasan pesisir Dermaga Pulau Dom dan Pulau Ram, Selasa (3/11/2026).

Direktur Polairud Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Budy Utomo mengatakan, perpustakaan apung merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas pembelajaran.

“Kami ingin memastikan anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir juga memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan perairan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Budy.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan interaksi edukatif antara personel kepolisian dan anak-anak. Materi yang diberikan meliputi pengenalan pengetahuan umum serta pendampingan belajar.

Personel Polairud juga memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan atau bullying. Edukasi tersebut diberikan sejak dini untuk membangun kesadaran anak-anak dalam menjaga diri dan lingkungan pergaulan.

Budy mengatakan, pendidikan karakter penting ditanamkan agar anak-anak mampu mengenali dan menghindari berbagai pengaruh negatif.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memiliki pemahaman tentang hal-hal positif. Pendidikan karakter juga penting agar mereka mampu melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.

Selain menyasar anak-anak, personel Polairud turut mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan akses terhadap konten digital.

Menurut Budy, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan pendampingan keluarga agar anak-anak dapat memanfaatkan kemajuan informasi untuk mendukung proses belajar, bukan justru terpapar konten yang dapat merugikan masa depan mereka.

Ia menambahkan, perpustakaan apung merupakan bagian dari pendekatan preventif dan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, Polri diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan dan perlindungan anak.

“Anak-anak pesisir memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda,” pungkasnya.

 

 

Editor. : Usminlq0k

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.