Lebong – Tarmizi, seorang petani muda yang berlatar belakang politik, maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suka Negeri, Kecamatan Topos Kabupaten Lebong, Bengkulu, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026. Ia mengusung tagline “Berbudi dan Bermanfaat” dengan filosofi pohon pisang sebagai landasan untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pilkades serentak di Kabupaten Lebong akan digelar di 78 desa. Desa Suka Negeri menjadi salah satu desa yang turut menyelenggarakan pemilihan tersebut.
Dalam kontestasi itu, Tarmizi memperoleh nomor urut 1 dengan lambang pohon pisang. Ia memaknai pohon pisang melalui empat nilai utama, yakni pengaruh positif, kebersamaan, ketangguhan, dan manfaat tanpa henti.
Pengaruh positif berarti menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitar. Kebersamaan dimaknai sebagai upaya untuk tumbuh dan maju bersama dengan saling mendukung. Adapun ketangguhan mencerminkan kemampuan menghadapi tantangan, sedangkan manfaat tanpa henti menggambarkan bahwa setiap bagian pohon pisang, mulai dari akar, batang, hingga daun, memiliki kegunaan.
Bagi Tarmizi, filosofi tersebut menjadi gambaran tentang pentingnya keberadaan pemerintah desa yang mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Ia menilai, pembangunan desa tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan warga. Karena itu, jika mendapat amanah memimpin Desa Suka Negeri, ia berkomitmen melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
Tarmizi juga menyatakan akan menjalankan pemerintahan secara transparan dan akuntabel. Pelayanan kepada masyarakat, menurut dia, perlu terus ditingkatkan agar seluruh warga memperoleh kemudahan tanpa terkecuali.

Selain partisipasi masyarakat, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hubungan kerja yang baik di antara kedua unsur tersebut dinilai penting untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga.
Budaya gotong royong juga menjadi salah satu hal yang ingin dipertahankan. Tarmizi menilai, kebersamaan yang selama ini terbangun di Desa Suka Negeri merupakan modal sosial yang perlu dijaga untuk mendukung pembangunan desa.
Sebagai seorang petani muda, ia turut menaruh perhatian pada peningkatan kesejahteraan petani. Sebagian besar masyarakat Desa Suka Negeri menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, terutama padi sawah, perkebunan kopi, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Di bidang kesehatan dan pendidikan, Tarmizi menyatakan akan mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Latar belakangnya di bidang politik juga diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi dan memperluas koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Jaringan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan program pembangunan yang dibutuhkan Desa Suka Negeri.
Tarmizi menyadari, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program yang disusun pemerintah desa, tetapi juga pada dukungan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, kebersamaan, transparansi, dan gotong royong menjadi prinsip yang ditawarkan melalui tagline “Berbudi dan Bermanfaat”.
Melalui filosofi pohon pisang, ia berharap pembangunan Desa Suka Negeri ke depan dapat berlangsung dengan melibatkan masyarakat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga.(**)
Editor : Usmin









