Petani Kopi Kepahiang Tawarkan Kemitraan dengan Coffee Shop untuk Perluas Pasar

oleh -26 Dilihat

 

Kepahiang — Petani kopi Arabika di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menawarkan kerja sama kemitraan dengan sejumlah perusahaan kedai kopi atau coffee shop untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.

Petani berharap perusahaan seperti Tomoro Coffee dan Starbucks dapat menjadi mitra dalam menyerap hasil panen kopi Arabika sekaligus membantu pengembangan komoditas kopi di daerah tersebut.

Salah seorang petani kopi Kepahiang, Ansori, mengatakan saat ini semakin banyak petani yang mengembangkan kopi Arabika. Namun, pemasaran hasil panen masih menjadi kendala karena belum banyak perusahaan yang bersedia menampung kopi petani dengan harga yang menguntungkan.

“Saat ini kopi yang dihasilkan petani hanya dijual kepada pedagang pengumpul setempat dengan harga standar sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kepahiang,” kata Ansori dalam acara bincang kopi di Kepahiang, Senin (7/9/2026).

Kegiatan bincang kopi tersebut digelar dalam rangkaian acara pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu yang direncanakan dilakukan oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian.

Menurut Ansori, petani Kepahiang siap mengembangkan kopi Arabika dalam skala lebih luas apabila terdapat kepastian pasar dan jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang layak.

“Kalau ada pengusaha kopi yang siap menampung hasil panen kopi Arabika dalam jumlah besar dengan harga yang menguntungkan, petani Kepahiang siap mengembangkan tanaman ini dalam skala besar,” ujarnya.

Ia mengatakan kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Karena itu, pihaknya berharap perusahaan coffee shop tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga dapat membangun pola kemitraan dengan petani.

“Kami berharap Tomoro Coffee dan Starbucks dapat menjadi pembina sekaligus penampung hasil panen petani sebagai bahan baku usaha mereka, khususnya di Bengkulu,” katanya.

Ansori berharap kemitraan tersebut dapat mencakup pembinaan petani, peningkatan kualitas produksi, hingga pemasaran kopi Arabika Kepahiang.

Menanggapi usulan tersebut, perwakilan Starbucks Bengkulu menyambut baik gagasan kemitraan dengan petani kopi di Kepahiang. Namun, untuk saat ini pihaknya belum memiliki program kemitraan dengan petani kopi di Bengkulu.

“Gagasan ini sangat bagus untuk pengembangan kopi Arabika di Kepahiang ke depan. Usulan ini akan kami teruskan kepada pimpinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini bahan baku kopi yang digunakan Starbucks antara lain berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Medan, Sumatera Utara.
Meski demikian, kopi asal Kepahiang berpeluang untuk diserap apabila memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.

Hal senada disampaikan perwakilan Tomoro Coffee. Ia mengatakan perusahaan tersebut saat ini belum memiliki program kemitraan dengan petani kopi di Bengkulu, khususnya Kabupaten Kepahiang.

Namun, pihaknya menilai usulan kemitraan tersebut merupakan gagasan positif untuk meningkatkan daya saing kopi Bengkulu di pasar nasional maupun internasional.

Selain bincang kopi dan pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan pameran berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Kepahiang.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.