Percepat Turunkan Stunting di Bengkulu, BKKBN Gelar Orientasi Dapur Sehat Kampung KB

oleh -167 Dilihat
Plt Kepala Perwakilan BBKBN Provinsi Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara orientasi Dapur Sehat di Kampung KB dalam upaya mempercepat penurunan kasus stunting di Provinsi Bengkulu pada 2023.(Foto HB/Idris)
Plt Kepala Perwakilan BBKBN Provinsi Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara orientasi Dapur Sehat di Kampung KB dalam upaya mempercepat penurunan kasus stunting di Provinsi Bengkulu pada 2023.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Untuk mempercepat penurunan kasus stunting di Provinsi Bengkulu, Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) daerah ini, akan memberdayakan kelompok masyarakat di kampung keluarga berkualitas (KB) dengan menggelar orientasi dapur sehat atasi stunting (Dashat) bagi penyelenggara program penurunan stunting yang merupakan salah satu program prioritas nasional.

Dilaksanakanya program Dashat mengingat prevalensi stunting di daerah ini masih tinggi 19,8 persen, dengan sasaran pada 2023 dapat mencapai angka 13,9 persen pada 2023 dan 12,55 persen pada 2024 mendatang.

Program Dashat melibatkan sebanyak 44 orang dari unsur pengelola program percepatan penurunan stunting dengan narasumber di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Persagi dan TP PKK Provinsi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu M.Iqbal Apriansyah mengatakan, sesuai amanat peraturan presiden nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, percepatan penurunan stunting menjadi major project 2020-2024 dengan target penurunan prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024.

Prevalensi stunting Indonesia berdasarkan hasil SSGI Tahun 2022 sebesar 21,6 persen dan Provinsi Bengkulu dengan angka prevalensi 19,8 persen artinya penurunan hanya sekitar 2,3 persen sehingga harus terus diupayakan mencapai 12,55 persen di tahun 2024. Menjawab hal itu perlu pengembangan program Dashat di wilayah kampung KB, kata Iqbal.

Pencegahan stunting tidak cukup hanya dilaksanakan oleh satu atau dua pihak saja, tetapi perlu kerja sama yang baik antar lintas bidang dan lintas sektor. Karena penyebab stunting berupa multifaktor sehingga membutuhkan pencegahan dan intervensi multisektor.

Peserta orientasi merupakan kaser institusi sebagai motor penggerak masyarakat serta ahli gizi yang sangat krusial peranannya dalam penanganan masalah intervensi spesifik / gizi di masyarakat. Melalui program Dashat diyakini mampu menekan angka stunting yang berdasarkan target 12,55 persen pada 2024, tambah Iqbal optimis.

Selain Perpres sebagai regulasi pencegahan stunting, Rencana Aksi Nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia (RAN-PASTI) tahun 2021-2024 telah ditetapkan dalam peraturan BKKBN Nomor 12 tahun 2021.

Di dalam RAN PASTI tercantum salah satu amanat terkait pelaksanaan dapur gizi keluarga berbasis pangan lokal di desa prioritas percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disosialisasikan dan difasilitasi melalui pembentukan dapur sehat atasi stunting (dashat) di kampung keluarga berkualitas.

Dashat adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting (catin, bumil, busui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu) melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya.

Pemberdayaan masyarakat melalui dashat menjadi bagian dari kegiatan kampung keluarga berkualitas. Keberadaan dapur gizi keluarga khususnya di desa-desa prioritas atau di kampung keluarga berkualitas diharapkan dapat membantu dalam pemenuhan gizi yang sehat dan seimbang bagi keluarga berisiko stunting di wilayah sekitarnya.

Dashat di kampung keluarga berkualitas merupakan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga membutuhkan integrasi dengan berbagai kegiatan lainnya yang saling terkait.

“Karenanya Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berupaya bersinergi dengan dinas ketahanan pangan yang juga memiliki program yang hampir sama dangan dashat, yaitu dapur B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman). Konsep B2SA juga merupakan bagian yang akan mengisi kegiatan penyuluhan dalam kegiatan dashat,” ujarnya.

Dashat dan B2SA dapat saling mendukung dan melengkapi. Penguatan dashat yang berkembang ke arah kewirausahaan sosial akan selaras dengan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pangan yang bergizi seimbang serta rumah pangan B2SA dan food bank, sebut Iqbal.

Dashat dapat dikolaborasikan dan disinergikan dengan kegiatan poktan BKB, PMT Posyandu dan konsep pelaksanaan dapur B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman).

Peran tim penggerak PKK didukung oleh ahli gizi puskesmas/dinas kesehatan, tim pendamping keluarga sangat dibutuhkan untuk mengisi kegiatan dapur sehat atasi stunting berupa KIE Gizi dan kelas praktek memasak makanan bergizi seimbang bagi masyarakat terutama keluarga beresiko stunting.

Lintas Sektoral

Lintas sektor lainnya dari berbagai dinas, LSM, pihak swasta, perguruan tinggi juga bisa masuk untuk memperkuat kelompok dashat. Dashat adalah milik desa/kelurahan, bukan sekedar program BKKBN, oleh karena itu perlu didukung oleh berbagai pihak dengan kades/lurah dan TP PKK sebagai motor penggerak, pintanya.

Melalui langkah dan gerak Dashat diharapkan dapat menekan prevalensi stunting. Yang dapat diketahui dari hasil survey kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mendatang. SKI tahun ini akan digelar pada Agustus-September 2023. SKI dilaksanakan untuk melihat potret wajah Povinsi Bengkulu terkait kondisi kesehatan dan stunting di masing-masing daerah, ujar Iqbal.

Ketua Pokja Kampung KB Novrina Rizky Idnal dalam laporannya menyebutkan di Bengkulu terdapat sebanyak 300 Kampung KB yang telah dibentuk dan terinput dalam pelaporan website, dengan rincian klasifikasi Mandiri 19 kampung dan klasifikasi Berkelanjutan sebanyak 43 kampung sedangkan klasifikasi Dasar sebanyak 70, klasifikasi Berkembang sebanyak 28 kampung.

Target klasifikasi Mandiri dan Berkelanjutan yang harus dicapai sebanyak 40 persen dari jumlah Kampung KB yang ada yaitu 120 Kampung Keluarga Berkualitas harus diupayakan menjadi klasifikasi Mandiri dan Berkembang di tahun 2023.

Untuk mempercepat capaian program Kampung Keluarga Berkualitas dan peningkatan klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas maka Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu akan melaksanakan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas sekaligus live report Kampung Keluarga Berkualitas yang dilaksanakan secara rutin, ujar Rina. (irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.