Penjabat Wali Kota Bengkulu Dukung PP Hak Cuti Ayah

oleh -86 Dilihat
Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arief Gunadi (kiri) foto bersama Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari diruang kerjanya.(Foto HB/Idris)
Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arief Gunadi (kiri) foto bersama Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari diruang kerjanya.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arief Gunadi mengatakan, pemkot akan mendukung jika pemerintah mengesahkan peraturan hak cuti pendamping bagi ASN laki-laki bila istrinya melahirkan.

Hal tersebut diungkapkan Arief Gunadi kepada wartawan usai menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulum Zamhari, di Bengkulu, Senin (18/3/2024).

Ia mengatakan, informasinya pada April 2024 tahun ini, pemerintah pusat akan menuntaskan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai aturan pelaksana dari UU No. 20/2023 tentang ASN.

Menyikapi hal ini, Pemkot Bengkulu sangat mendukung keputusan yang diambil oleh Pemerintah Pusat. Alasanya, karena hal tersebut pastinya sudah melalui kajian berbagai aspek. “Jadi, kita mendukung sekali kebijakan nasional ini,” ujarnya.

Tentang manfaatnya, Pj Wali Kota Bengkulu mengatakan tentunya hal ini mempertimbangkan aspek manfaatnya jika telah dibahas secara nasional. Kita di daerah patut mendukung dan mengimplementasikannya,” kata Arif.

Jika peraturan tersebut, sudah disahkan Pemerintah Pusat, maka Pemkot Bengkulu, akan mengikuti dan mengimplementasikan hak seorang suami berstatus ASN untuk mendapatkan hak cuti.

Hak cuti ini merupakan hak cuti ayah yang istrinya melahirkan atau keguguran, dan tujuanya untuk maksimalkan pengasuhan anak selama istri dimasa pemulihan.

Cuti ayah tersebut, katanya sudah diberlakukan di sejumlah negara dan perusahaan. Lama waktu cuti yang diberikan bervariasi, antara 15-60 hari. Untuk implementasi cuti ayah ini akan dibicarakan dengan stakeholder terkait.(irs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.