Bengkulu-,Pemprov Bengkulu terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung program ketahanan pangan lokal dan nasional, salah satu upaya melaksanakan pencetakan sawah baru di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara seluas 400 hektare
Hal tersebut diubgkapkan Asisten II Pemprov Bengkulu, Raden Ahmad Denny saat membuka Sarasehan Memperkuat Piskal dan Investasi dalam rangka meningkatkan perekonomian di wilayah ini diselenggarakan Bank Indonesia Pwk Bengkulu, bertempat di Hotel Mercure, Selasa (28/7/2028).
Ia mengatakan, program cetak sawah seluas 400 hektare di Pulau Enggano mulai menunjukkan hasil. Sekitar 20 persen dari total lahan yang telah dicetak kini telah memasuki masa panen
Selain pengembangan sektor pertanian, pulau terluar du Bengkulu ini, lanjut Deny memiliki potensi besar di sektor perikanan, budidaya tanaman melinjo, pariwisata, pisang kepok, dan tanaman pertanian lainnya. Potensi ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Terkait wacana pengembangan perkebunan kelapa sawit di Pulau Enggano, menurutnya, pemerintah masih melakukan kajian secara mendalam. Salah satu pertimbangan utama adalah tingginya kebutuhan air tanaman sawit yang diperkirakan mencapai 20–24 liter per batang setiap
Terkait sarasehan tersebut, Denny mengatakan, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan ekonomi terkini sekaligus merumuskan langkah percepatan pembangunan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.
RA Deny menyampaikan perekonomian Provinsi Bengkulu pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data yang dipaparkan, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,72 persen (year on year/yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada pada jalur yang positif. Hal ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah cukup kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika yang terjadi,” ujar RA Deny.
Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga serta belanja pemerintah yang mampu menjaga perputaran ekonomi di daerah. Sementara itu, investasi juga terus menunjukkan tren positif meski belum menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
Sarasehan tersebut menghadirkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Ismail, sebagai narasumber. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, OJK, kalangan perbankan, akademisi, pelaku usaha, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Editor : Usmin











