Bengkulu Tengah-Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu mendapat bantuan sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) air bersih melalui program dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
“Saat ini, pekerjaan proyek telah memasuki tahap pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah,” kata Direktur Perumda Tirta Rafflesia Bengkulu Tengah, Movizar, Sabtu (11/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh biaya pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat dalam program tersebut, ditanggung pemerintah sehingga penerima manfaat tidak dipungut biaya alias gratis.
“Alhamdulillah, 2.000 SR melalui dana APBN sudah dilaksanakan di Bengkulu Tengah, tepatnya di Kecamatan Pondok Kubang. Sekarang sedang tahap pemasangan pipa. Jadi pemasangan 2.000 SR ini biayanya digratiskan,” ujar Movizar.
Meski pemasangan sambungan rumah dilakukan secara gratis, tapi masyarakat tetap akan dikenakan biaya pemakaian air setelah layanan mulai beroperasi. Besaran iuran bulanan akan mengikuti tarif yang berlaku di Perumda Tirta Rafflesia Bengkulu Tengah.
“Jadi, yang gratis itu biaya pemasangan saja, tapi untuk penggunaan air bersih Tirta Rafflesia tetap bayar sesuai dengan tarif yang berlaku untuk knsumen rumah tanggam,” tambahnya.
Movizar mengatakan, dengan penambahan 2.000 SR tersebutm maka jumlah layanan air bersih di Bengkulu Tengah diperkirakan mencapai sekitar 14.000 SR, termasuk pelanggan yang dilayani melalui Program SPAM Benteng Kobema.
“Kalau digabung dengan Program SPAM Benteng Kobema, maka totalnya pelanggan PDAM Tirta Rafflesia kurang lebih sekitar 14.000 sambungan rumah. Sebanyak 8.500 sambungan rumah di antaranya merupakan pelanggan existing Perumda Tirta Rafflesia, sedangkan selebihnya pelanggan dari SPAM Benteng Kobema,” ujarnya.
Selain merealisasikan program yang sedang berjalan, Perumda Tirta Rafflesia juga mengusulkan perluasan jaringan air bersih ke wilayah lain. Pendataan calon penerima manfaat telah dilakukan di Desa Abu Sakim dan Desa Sunda Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pendanaan melalui APBN. Namun, pelaksanaannya juga membutuhkan dukungan anggaran pendamping dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Kami sudah mendata wilayah Abu Sakim dan Sunda Kelapa. Datanya sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat. Yang jelas nanti kami juga membutuhkan dukungan APBD untuk co-sharing. Kebutuhan anggarannya kami usulkan sekitar Rp 12 miliar. Kalau APBN tersedia dan APBD mendukung, pembangunan jaringan ke arah Sunda Kelapa dan Abu Sakim bisa dipercepat,” demikan Movizar
Editor : Usmin











