OJK Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi Keuangan dan Investasi

oleh -14 Dilihat

Serang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko investasi, serta terhindar dari berbagai kejahatan keuangan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) bertema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future” yang digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, Serang, Banten, Selasa (8/9)/2026) pekan lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan kedekatan generasi muda dengan teknologi digital tidak secara otomatis membuat mereka memiliki kecakapan finansial.

“Semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan,” kata Dicky.

Ia mengatakan generasi muda perlu memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan, melindungi aset yang dimiliki, serta mengembangkan dana dengan tujuan yang jelas.

“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” ujarnya.

Menurut Dicky, peningkatan literasi keuangan juga penting untuk membantu generasi muda menghindari perilaku Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengambil keputusan keuangan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penguatan literasi keuangan bagi generasi muda tidak hanya diperlukan agar mereka siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, dan melindungi diri dari kejahatan keuangan.

“Perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat,” ujar Andra Soni.

Ia mengingatkan berbagai modus kejahatan keuangan digital semakin beragam, mulai dari phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal hingga pinjaman online ilegal.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa mengingatkan generasi muda agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi di media sosial.

Menurut dia, sebelum berinvestasi, generasi muda perlu memiliki dana darurat, menerapkan manajemen keuangan yang baik, menghindari utang konsumtif, serta memastikan dana investasi merupakan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Gen Z sangat rentan terhadap masalah-masalah keuangan, termasuk FOMO yang dapat mendorong pengambilan keputusan investasi secara impulsif,” kata Annisa.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan dari sumber yang terpercaya dan tervalidasi.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena penguatan literasi keuangan penting bagi mahasiswa di tengah semakin luasnya akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Sementara itu, indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional.

Adapun indeks inklusi keuangan kelompok tersebut mencapai 92,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan telah cukup luas, namun perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan.

LIKE IT merupakan program edukasi yang mendorong generasi muda agar semakin cakap mengelola keuangan dan memahami investasi. Program tersebut telah dilaksanakan sejak 2021 melalui kolaborasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan.

LIKE IT di Kota Serang merupakan LIKE IT Series #6 tahun 2026 yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Banten.

Kegiatan tersebut juga diikuti 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum secara daring melalui live streaming YouTube OJK.

Melalui LIKE IT 2026, OJK bersama pemangku kepentingan mengajak generasi muda membangun perilaku keuangan yang sehat sejak dini, mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat, serta memahami risiko sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan.

3Upaya tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda membangun masa depan finansial yang lebih baik sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.(SP/OJK)

 

Editor  : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.