OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

oleh -25 Dilihat

Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah agar tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga mampu menciptakan usaha dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026, yang menjadi wadah edukasi, kompetisi, sekaligus pengembangan kapasitas generasi muda di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan ISFO dirancang untuk mendorong peserta tidak sekadar memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan ekonomi.

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka.

Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky dalam puncak ISFO 2026 bertema Learn, Innovate, Elevate di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Dicky, ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan jumlah tim tumbuh sekitar 15%.

Dia menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami keuangan syariah sekaligus mengembangkan kapasitas mereka di bidang ekonomi.

OJK menekankan bahwa hasil utama dari ISFO bukan semata-mata perolehan juara, melainkan terbentuknya generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI dalam mengelola keuangan.

Generasi muda diharapkan mampu memahami produk dan layanan keuangan, memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, menciptakan nilai tambah melalui kegiatan produktif, serta memahami hak, risiko, keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, dan berbagai modus penipuan digital.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia memiliki modal sosial besar berupa generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme kuat.

Menurut dia, potensi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa ekonomi syariah tidak semata-mata berkaitan dengan akumulasi kekayaan, tetapi juga distribusi manfaat ekonomi kepada masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, perluasan inklusi ekonomi syariah menjadi salah satu tantangan yang perlu diperkuat.

Dia mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan, mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menilai penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pembiayaan dan penyediaan wadah ekonomi bagi generasi muda.

Ferry menyebut koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang relevan bagi generasi muda karena memiliki fungsi sebagai sarana kerja sama sekaligus instrumen penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” katanya.

Dia juga mendorong generasi muda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi dan layanan keuangan, tetapi berkembang menjadi pencipta produk, pelaku usaha, dan inovator yang menghasilkan nilai tambah.

Kolaborasi Pendidikan

Dalam rangkaian puncak ISFO 2026, OJK dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta program pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama diluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F yang disusun OJK bersama pemangku kepentingan terkait.

Bahan ajar tersebut mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024 dan mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pembelajaran formal, antara lain melalui mata pelajaran Matematika dan Ekonomi serta kegiatan kokurikuler.

Materi tersebut telah dikurasi dan tersedia melalui platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. OJK berharap bahan ajar itu dapat membantu tenaga pendidik memberikan pembelajaran literasi keuangan yang lebih relevan dan aplikatif bagi peserta didik.

Kompetisi Nasional

ISFO 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda terhadap keuangan syariah sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis dan inovasi di sektor ekonomi syariah.

Setelah melewati berbagai tahap seleksi, grand final ISFO 2026 mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri atas empat tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, empat tim CCKS kategori mahasiswa, serta tiga tim Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.(SP/OJK)

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.