OJK Ajak ASN Batang Ikut Menikmati Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pasar Modal

oleh -39 Dilihat

Batang— Otoritas Jasa Keuangan mendorong aparatur sipil negara di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi sekaligus ikut menikmati pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, investasi harus dilakukan dengan memahami legalitas produk, tujuan investasi, dan risikonya.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO), bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin (5/10/2026).

Hasan mengatakan, perkembangan ekonomi dan investasi di Batang membuka peluang bagi masyarakat untuk turut memperoleh manfaat dari pertumbuhan dunia usaha melalui pasar modal.

Masyarakat, kata dia, tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika perusahaan tumbuh dan berkembang, tetapi dapat berpartisipasi sebagai investor dengan memahami instrumen serta risiko investasinya.

”Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sekitar kita hanya kita saksikan sebagai penonton. Pasar modal memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Hasan.

Batang kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru, antara lain ditopang KITB yang terus menarik investasi domestik dan global.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II-2026 tercatat 8,38 persen.

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp3,88 triliun.
Pertumbuhan ekonomi tersebut turut diikuti peningkatan jumlah investor pasar modal. Hingga Agustus 2026, jumlah investor di Jawa Tengah mencapai 3,42 juta single investor identification (SID).

Di Batang, jumlah investor telah melampaui 66.000 SID atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasan mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan investasi secara bertahap, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Investor juga perlu menyesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Ia mengibaratkan investasi seperti pembuatan Batik Rifaiyah yang dilakukan secara bertahap dan membutuhkan ketekunan.

”Seperti Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik, investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin. Jangan mengejar keuntungan secara instan,” katanya.

Selain risiko investasi, OJK mengingatkan masyarakat terhadap maraknya penawaran investasi palsu yang memanfaatkan teknologi digital, media sosial, WhatsApp, hingga teknologi deepfake.

Masyarakat diminta menerapkan prinsip Cek 2L, yakni Legal dan Logis, dengan memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki legalitas serta keuntungan yang ditawarkan masuk akal.

Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi. Dana investasi sebaiknya berasal dari uang yang memang dialokasikan untuk investasi sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157.

Pasar modal menawarkan sejumlah instrumen investasi, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta exchange traded fund (ETF). Instrumen tersebut dapat diakses masyarakat dengan nilai investasi mulai dari Rp100.000.
117 ASN Buka SID

Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi pelaksanaan SEPMT 2026, khususnya CMGTO yang menyasar ASN Pemerintah Kabupaten Batang. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman ASN mengenai investasi pasar modal sekaligus memperluas inklusi pasar modal di daerah.

”Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” ujar Suyono.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka SID melalui perusahaan efek.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.

CMGTO merupakan bagian dari rangkaian SEPMT 2026 di wilayah kerja Kantor OJK Tegal. Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan pasar modal.

Selain edukasi bagi ASN, rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pasar modal sebagai sumber pendanaan perusahaan bagi pelaku usaha di kawasan industri Batang, media gathering bagi jurnalis dan wartawan ekonomi lokal, serta Capital Market Goes to Community di Pondok Modern Tazzaka untuk memperkenalkan pasar modal syariah kepada pengurus pondok dan santri.

OJK bersama pemerintah daerah, self-regulatory organization (SRO), dan pemangku kepentingan pasar modal terus memperkuat edukasi serta akses masyarakat terhadap instrumen pasar modal.

Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pasar modal yang semakin inklusif dan berkualitas sekaligus mendukung pembiayaan dunia usaha.(SP/OJK)

 

Editor. : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.