Motif Kaganga Karya UMKM Bengkulu Tampil di IN2MOTIONFEST 2026, Bidik Pasar Global

oleh -11 Dilihat

Bengkulu – Motif Kaganga, warisan budaya Suku Rejang, dibawa ke panggung fesyen nasional melalui partisipasi Mode by Cheka dalam Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan UMKM binaan program IKRA Indonesia dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu ini menjadi upaya memperkenalkan wastra daerah sekaligus memperluas peluang pasar produk kreatif Bengkulu.

Motif Kaganga yang terinspirasi dari aksara dan naskah kuno masyarakat Rejang diadaptasi menjadi rancangan busana modern dengan tetap mempertahankan identitas budaya lokal.

Perpaduan unsur tradisional dan desain kontemporer tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah wastra Bengkulu agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

IN2MOTIONFEST 2026 resmi dibuka Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026).

Pembukaan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta sejumlah pelaku industri fesyen Indonesia.

Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, penyelenggaraan kelima IN2MOTIONFEST untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Kegiatan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, serta menghubungkan produk fesyen Indonesia dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion. Capaian tersebut didukung kekayaan budaya, keragaman desain, fasilitasi pemerintah, promosi internasional, serta partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam berbagai ajang fesyen dunia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan, industri modest fashion memiliki peluang besar untuk memperluas pasar UMKM, membuka lapangan kerja bagi perajin dan desainer lokal, serta meningkatkan ekspor produk kreatif Indonesia.

“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida.

Menurut dia, penguatan ekosistem modest fashion perlu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Selain kreativitas desain, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, menetapkan strategi harga, serta memperkuat manajemen bisnis.

Dalam konteks tersebut, partisipasi Mode by Cheka menjadi salah satu langkah memperkenalkan identitas budaya Bengkulu melalui produk fesyen kontemporer. Motif Kaganga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Melalui program IKRA Indonesia, Bank Indonesia turut mendukung pengembangan UMKM kreatif melalui peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, dan perluasan pemasaran. Pembinaan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus membangun jejaring bisnis dengan calon pembeli dan mitra usaha.

Sejak 2018, Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan pemangku kepentingan terkait mendukung pelaku usaha melalui kurasi, pelatihan, pendampingan, serta program IKRA Brand Leveling System. Upaya tersebut juga mencakup pembinaan perajin wastra dan peningkatan kualitas produk.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan berperan memperluas konektivitas pasar melalui promosi dagang, business matching, serta pengembangan jejaring pembeli domestik dan internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai pengembangan modest fashion membuka peluang bagi karya kreatif Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk Eropa dan berbagai negara lainnya. Perlindungan kekayaan intelektual juga diperlukan agar karya anak bangsa memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menambahkan, kekayaan wastra dan kreativitas fesyen Indonesia berpotensi memperkuat daya tarik Tanah Air sebagai destinasi wisata belanja. Peragaan busana, pameran, dan berbagai kegiatan dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan membuka peluang kemitraan bisnis sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Melalui partisipasi Mode by Cheka, pengembangan wastra Bengkulu diharapkan tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga berkembang menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi perajin dan masyarakat.

Motif Kaganga menjadi contoh bagaimana warisan budaya lokal dapat diolah menjadi produk fesyen modern tanpa kehilangan identitasnya. Dengan dukungan pembinaan, inovasi desain, dan akses pasar, wastra Bengkulu berpeluang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.