Kapolri dan Muhammadiyah Perkuat Dialog untuk Cegah Konflik

oleh -26 Dilihat

Jakarta— Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong penguatan dialog dan kerja sama masyarakat untuk mencegah konflik, menjaga toleransi, serta memelihara keamanan dan ketertiban di tengah kehidupan demokrasi.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Kapolri dengan jajaran PP Muhammadiyah. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi upaya melanjutkan sinergi kedua pihak dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Suyudi mengatakan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Peran organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah, diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran, memperkuat toleransi, dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Amar makruf nahi mungkar, bagaimana kita menebar kebaikan dan juga mencegah terjadi kejahatan. Ini adalah semangat yang digelorakan antara kami dan Muhammadiyah, dan ini akan kami lanjutkan,” ujar Suyudi.

Sebagai tindak lanjut, Polri dan Muhammadiyah berencana menyinergikan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan itu antara lain salat Subuh berjemaah, salat Jumat keliling, program Minggu Kasih, serta aktivitas di tempat ibadah agama lain.

Menurut Suyudi, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan dengan masyarakat, dan menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

“Kita harus bahu-membahu menciptakan rasa toleransi antarumat beragama di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negara yang baik, saling menghargai, saling toleransi, sehingga situasi kamtibmas juga akan kondusif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan aspirasi dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Haedar, penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Namun, pelaksanaannya perlu tetap memperhatikan ketertiban serta menghindari tindakan yang memicu konflik dan kerusakan.

Dialog, kata dia, menjadi salah satu cara untuk mengelola perbedaan pandangan dan mencari penyelesaian atas berbagai persoalan kebangsaan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat tetap memperoleh ruang tanpa mengabaikan kepentingan bersama.

Suyudi menegaskan, Polri akan melanjutkan kerja sama dengan Muhammadiyah yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia juga meminta dukungan organisasi tersebut dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Dan tentunya kami melanjutkan apa yang sudah dikomunikasikan, dikerjasamakan selama ini dari pimpinan yang sebelumnya. Kami sebagai pimpinan Polri yang baru, kami bersilaturahmi hari ini, kami juga memohon dukungan yang sama,” ujarnya.

Sinergi Polri dan Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan konflik, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta mendorong penyelesaian persoalan masyarakat melalui dialog dengan tetap menghormati hak warga dalam kehidupan demokrasi.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.