Kampung China Bengkulu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya

oleh -23 Dilihat
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.(Foto/Dok)
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.(Foto/Dok)

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menata kembali kawasan Kota Tua Kampung China untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Kawasan yang dahulu menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Bengkulu,. itu akan kita hudupkan kembali tanpa menghilangkan karakter bangunan tua dan warisan budaya yang melekat di dalamnya,” kata Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Bengkulu, Selasa (20/10/2026)..

Revitalisasi Kampung China, lanjutnya diarahkan bukan untuk mengembalikan fungsinya sebagai pusat perdagangan seperti pada masa lalu, melainkan menjadikannya ruang wisata, budaya, dan ekonomi kreatif yang terbuka bagi masyarakat.

Gagasan ini terinspirasi dari kawasan bersejarah di Singapura, seperti Kampung Glam, yang mampu mempertahankan bangunan lama di tengah modernisasi kota.

Kawasan tersebut berkembang menjadi tujuan wisata dengan kehadiran kafe, restoran, serta beragam sajian kuliner khas China, India, dan Melayu.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa bangunan bersejarah tidak harus dihilangkan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Dengan penataan yang tepat, kawasan lama justru dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Konsep serupa ingin diterapkan di Kampung China Bengkulu. Kawasan ini diharapkan menjadi tempat berkumpul yang nyaman dan sehat bagi masyarakat, sekaligus ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.

Berbagai kegiatan budaya juga direncanakan berlangsung secara rutin, termasuk pergelaran budaya Tionghoa yang dipadukan dengan kesenian lokal.

Lampion dan atraksi barongsai akan memperkuat suasana khas pecinan, sementara pertunjukan musik dol menjadi salah satu identitas budaya Bengkulu yang ditampilkan.

Pelaku UMKM nantinya dapat menjajakan aneka kuliner khas Bengkulu dan Tionghoa. Kehadiran kafe, restoran, serta kegiatan seni dan budaya diharapkan membuat kawasan ini semakin hidup dan menarik kunjungan wisatawan.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Kampung China diharapkan menjadi cerminan keberagaman masyarakat Bengkulu.

Berbagai tradisi dari suku Tionghoa, Jawa, Minangkabau, Aceh, Sunda, Serawai, Rejang, Melayu, dan kelompok masyarakat lainnya dapat ditampilkan sebagai kekayaan budaya yang saling melengkapi.

Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Bengkulu mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama.

Semangat toleransi inilah yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan revitalisasi ini, Kampung China diharapkan tumbuh menjadi ikon wisata sejarah dan budaya yang memperkuat identitas Kota Bengkulu.

Pada saat yang sama, kawasan tersebut diharapkan membuka peluang usaha, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menjaga kelestarian bangunan dan tradisi yang menjadi bagian dari sejarah kota.

Semoga proses revitalisasi berjalan lancar, UMKM semakin berkembang, budaya tetap lestari, dan Kota Bengkulu semakin maju serta dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang menawarkan kekayaan sejarah, budaya, dan kerukunan masyarakat.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.