JMSI Bengkulu Dikukuhkan, Dorong Media Siber Profesional dan Beretika

oleh -19 Dilihat

Bengkulu – Arus digitalisasi membuat informasi mengalir cepat tanpa batas. Namun, kecepatan itu juga berisiko memicu penyebaran hoaks jika tidak diimbangi integritas.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, mengatakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas jurnalistik.

Hal itu ia sampaikan saat mewakili Gubernur Bengkulu dalam pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Bengkulu periode 2025–2030 di Hotel Mercure, Senin (,27/2024).

“JMSI harus menjadi wadah bagi perusahaan media siber untuk tetap teguh pada kode etik jurnalistik,” kata Nandar.
Ia menekankan, kecepatan dalam media daring tidak boleh mengorbankan kebenaran.

Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan peran media untuk menyampaikan program pembangunan secara objektif dan informatif.

Nandar juga menyebut kritik berbasis data dan fakta penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mengajak media turut menangkal narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santoso, mengatakan tantangan media saat ini adalah peralihan ke platform digital yang mengintegrasikan teks, foto, dan video. Ia menilai insan pers perlu berperan sebagai kurator dan verifikator informasi

“Media harus menjaga akal sehat publik,” ujarnya.

Pengurus JMSI Bengkulu dikukuhkan langsung oleh Teguh Santoso. Dedi Hardiansyah Putra ditetapkan sebagai Ketua JMSI Bengkulu periode 2025–2030.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Bengkulu, Hendry Marulitua, mengatakan pengukuhan ini menjadi awal membangun ekosistem media siber yang sehat di daerah.

Susunan Pengurus JMSI Bengkulu 2025–2030: Ketua: Dedi Hardiansyah Putra
Wakil Ketua: Mahmud Yunus
Sekretaris: Ong Wie Hocky S
Wakil Sekretaris: Wizon Paidi
Bendahara: Agus Ansori
Wakil Bendahara: Oki Purnawan

 

Editor:  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.