Gusril Pausi Perjuangkan Jalan Kaur–Muara Enim, Pelabuhan Linau Disiapkan Jadi Pintu Ekspor

oleh -22 Dilihat

Bengkulu – Bupati Kaur, Bengkulu, Gusril Pausi terus mendorong pembukaan akses jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kaur dengan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pembangunan jalur sepanjang sekitar 70 kilometer itu dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Gusril mengatakan, penjajakan pembukaan jalan Kaur–Muara Enim sebenarnya telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, dirinya sudah pernah bertemu langsung dengan Bupati Muara Enim untuk membahas rencana tersebut.

Namun, setelah kesepakatan awal tercapai, program itu belum dapat dilanjutkan karena adanya persoalan yang dihadapi bupati sebelumnya.

“Sekarang rencana membuka akses jalan Kaur–Muara Enim kembali kita jajaki bersama Pemkab Muara Enim. Pada prinsipnya, mereka siap melanjutkan kesepakatan sebelumnya,” kata Gusril yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kaur, di Bengkulu, pekan lalu.

Ia optimistis pembukaan akses jalan tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Salah satu tahapan yang perlu diselesaikan adalah perizinan karena trase jalan yang direncanakan melintasi kawasan hutan lindung.

Untuk itu, Pemkab Kaur akan mengajukan izin penggunaan kawasan hutan kepada Kementerian Kehutanan melalui skema pinjam pakai kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya akan berjuang maksimal untuk merealisasikan konektivitas transportasi darat Kaur tembus Muara Enim. Jika akses ini terbuka, dampaknya akan besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaur,” ujarnya.

Menurut Gusril, pembangunan jalan tersebut juga akan memberikan manfaat bagi optimalisasi Pelabuhan Laut Linau di Kabupaten Kaur. Kedua infrastruktur itu saling mendukung dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, terutama crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Dengan terbukanya jalur Kaur–Muara Enim, berbagai komoditas dari Sumatera Selatan dapat diangkut melalui Pelabuhan Linau untuk dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk tujuan ekspor.

Potensi muatan pelabuhan itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Muara Enim, tetapi juga sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan, seperti Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, dan Kabupaten Lahat.

Gusril menilai, akses menuju Kaur dari sejumlah kabupaten tersebut berpotensi menjadi jalur alternatif distribusi barang dibandingkan pengiriman melalui Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Tanjung Api-api di Palembang.

“Jika mereka mengirim barang melalui Pelabuhan Linau, tentu ada keuntungan dari sisi biaya dan waktu tempuh. Karena itu, kami optimistis jika jalur darat ini terbuka, Pelabuhan Linau akan semakin maju dan berkembang,” kata Gusril. (min)

 

Editor: Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.