Gubernur Rohidin Harapkan Siswa Sekolah Kejuruan Terampil dan Mandiri

oleh -137 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyaksikan alat praktes siswa SMKN 1 Curup, Rejang Lebong saat melakukan kunker ke kabupaten tersebut akhir pekan lalu.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyaksikan alat praktes siswa SMKN 1 Curup, Rejang Lebong saat melakukan kunker ke kabupaten tersebut akhir pekan lalu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meresmikan Teaching Factory teknik kendaraan ringan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Air Rambai Kecamantan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (27/1/2024).

Teaching Factory sendiri berdiri atas kerja sama antara SMKN 1 Rejang Lebong bersama PT ISUZU Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini SMKN 1 resmi memiliki Teaching Factory bekerja sama dengan dunia industri dari Isuzu yang langsung hadir guna mendukung anak-anak SMK agar terampil, cakap dan mandiri,” kata Gubernur Rohidin Mersyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rohidin turut menyaksikan Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU SMK membangun desa. Dia berharap jika teaching factory “kendaraan ringan” ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, pemeliharaan dan perbaikan kendaraannya.

Hal ini bisa dijalankan dengan konsep pendekatan bisnis juga sebagai media pembelajaran. “Hal ini penting sekali, untuk menilai sejauh mana ukuran kemampuan para siswa SMK mencetak tenaga terampil yang bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Terkait masalah ini, Pemprov Bengkulu akan segera mengeluarkan peraturan daerah (Perda) terkait dengan BLUD dan salah satunya SMKN 1 Rejang Lebong.

Pada kesempatan ini, Gubernur Rohidin juga menyerahkan dokumen pemindahan peralatan praktik teknik ketenagalistrikan, serta penyerahan bantuan DAK senilai Rp 9,6 miliar alokasi tahun 2024 dipergunakan termasuk untuk rehabilitasi ruang kelas, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Rejang Lebong Asep Suparman menyampaikan rasa bahagianya, berkat support berbagai pihak guna menunjang kemajuan dan perkembangan siswa SMKN 1 Rejang Lebong.

“Ini sebagai bentuk apresiasi luar biasa dari Pemerintah Daerah begitupun kepala desa yang sangat antusias melakukan MoU SMK membangun desa. Ini bertujuan membina karakter siswa maupun penempatan lulusan setelah tamat,” ungkapnya.

Sementara, bantuan DAK senilai Rp 9,6 miliar nantinya sudah direncanakan untuk pembangunan rehab 20 lokal, kantor satu unit (ruang guru, kepala sekolah, Tata Usaha), rehab ruang praktik, rehab perpustakaan, pembangunan 4 lokal dan 4 laboratorium juga 1 UKS.

“Alhamdulillah, tahun sebelumnya sudah diberikan banyak bantuan dari Pemerintah Provinsi dan tahun ini sekolah kami kembali mendapatkan bantuan sehingga SMK betul-betul bisa menjadi sesuai Motto SMK bisa, SMK hebat,” demikian Rohidin.(mc/min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.