Dubes Belarus Lirik Kopi, CPO, dan Karet Bengkulu untuk Perluas Kerja Sama Dagang

oleh -12 Dilihat

Bengkulu— Kopi, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan karet menjadi tiga komoditas unggulan Bengkulu yang dilirik Belarus untuk membuka peluang kerja sama perdagangan. Sebaliknya, produk industri Belarus, mulai dari truk tambang, ban kendaraan, hingga pupuk kalium, berpotensi memenuhi kebutuhan sejumlah sektor usaha di Indonesia.

Peluang tersebut mengemuka saat Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menghadiri Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 di Hotel Mercure Bengkulu, Senin, 12 Oktober 2026.

Raman menilai, perbedaan karakteristik ekonomi dan sumber daya antara Belarus dan Bengkulu dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

“Ekonomi kami saling melengkapi. Belarus memiliki produk yang tidak dihasilkan di Bengkulu, begitu pula Bengkulu mempunyai komoditas yang tidak kami produksi di Belarus. Contohnya kopi, CPO, dan karet. Ini menunjukkan adanya banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan,” kata Raman.

Bagi Bengkulu, peluang tersebut membuka ruang untuk memperluas pemasaran komoditas unggulan ke pasar internasional. Sementara itu, Belarus memiliki produk industri dan pertanian yang dapat dijajaki untuk memenuhi kebutuhan sektor produktif di Indonesia.

Raman menyebut Belarus memproduksi truk berukuran besar untuk kegiatan pertambangan, ban kendaraan, serta pupuk kalium atau potasium yang digunakan dalam sektor pertanian.

Pupuk kalium, misalnya, berpotensi mendukung kebutuhan budidaya tanaman, termasuk kelapa sawit. Adapun truk tambang dan ban kendaraan dapat menjadi bagian dari penjajakan kerja sama untuk sektor pertambangan dan transportasi.

Meski demikian, peluang perdagangan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian produk, kebutuhan pasar, serta mekanisme kerja sama yang dapat diterapkan.

Mengenal Potensi Bengkulu

Kunjungan ke Bengkulu menjadi kesempatan pertama bagi Raman untuk melihat langsung kondisi daerah dan mempelajari peluang ekonominya. Karena itu, ia belum ingin memberikan penilaian menyeluruh mengenai iklim investasi maupun tantangan yang mungkin dihadapi calon investor.

“Kunjungan ini merupakan pengalaman pertama saya di Bengkulu. Saya datang untuk melihat langsung bagaimana iklim investasi di sini dan mempelajari peluang yang tersedia. Jadi, masih terlalu dini bagi saya untuk menyampaikan penilaian,” ujarnya.

Selama kunjungan, Raman menyempatkan diri mendatangi sejumlah lokasi bersejarah dan kawasan pantai. Selain mengenal potensi ekonomi, ia ingin memahami kekayaan sejarah dan daya tarik alam Bengkulu yang dapat mendukung pengembangan hubungan bilateral.

Ia juga telah berdiskusi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu mengenai prospek kerja sama ekonomi antara Belarus dan Bengkulu. Pembicaraan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti kedua pihak.

“Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang provinsi yang indah ini. Saya juga telah berdiskusi dengan Sekretaris Daerah mengenai prospek kerja sama ekonomi antara negara kami. Saya yakin, melalui upaya bersama, kita dapat mencapai banyak hal dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan ekonomi,” katanya.

Dari Penjajakan ke Kerja Sama Nyata

Kehadiran perwakilan Belarus dalam BRIEF 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi ekonomi Bengkulu dengan kebutuhan pasar internasional.

Forum yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut memperluas ruang penjajakan kerja sama di sektor investasi, perdagangan, dan pariwisata. Pertemuan ini juga membuka kesempatan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memperkenalkan komoditas unggulan serta peluang bisnis kepada mitra dari luar negeri.

Bagi Bengkulu, kerja sama dengan Belarus tidak hanya berpotensi memperluas pasar kopi, CPO, dan karet, tetapi juga membuka peluang memperoleh produk industri dan pertanian yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan ekonomi daerah.

Namun, potensi tersebut belum berarti adanya kesepakatan perdagangan atau investasi yang telah terealisasi. Kedua pihak masih perlu memetakan kebutuhan pasar, menilai kelayakan kerja sama, serta membahas aspek teknis dan mekanisme perdagangan.

Penjajakan melalui BRIEF 2026 diharapkan menjadi pintu awal bagi hubungan ekonomi yang lebih erat antara Bengkulu dan Belarus. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan peluang yang telah diperkenalkan menjadi kemitraan konkret yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.