Cegah Stunting, Plt Kaper BKKBN Bengkulu Ajak Masyarakat Tanam Pohon Kelor

oleh -237 Dilihat
Plt Kaper BKKBN Bengkulu, M Iqbal Apriansyah bersilaturahmi dan diskusi dengan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajuddin (kanan) ternaikit manfaat daun kelor untuk mencegah kasus stunting pada balita.(Foto HB/Idris)
Plt Kaper BKKBN Bengkulu, M Iqbal Apriansyah bersilaturahmi dan diskusi dengan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajuddin (kanan) ternaikit manfaat daun kelor untuk mencegah kasus stunting pada balita.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Masyarakat Bengkulu diajak Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKKBN Bengkulu, M Iqbal Apriansya menanam dan memanfaatkan daun kelor sebagai upaya pencegahan resiko terpapar stunting, karena tanaman ini kaya akan protein nabati.

“Daun kelor merupakan sayuran yang kaya akan manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat mencegah stunting pada anak akibat kekurangan gizi,” kata Iqbal Apriansyah saat bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajuddin, di Manna, Selasa (23/5/2023) lalu.

Ia menjelaskan, upaya meningkatkan protein bagi keluarga miliki anak di bawah lima tahun harus mengenal dan mencintai daun kelor, sehingga akan tumbuh minat untuk mengonsumsinya.”Ayo mari kita budayakan menanam, memasak dan mengonsumsi (3M) daun kelor,” ujarnya.

Untuk mencegah risiko terkena stunting, balita wajib diberikan protein nabati dengan mengonsumsi daun kelor. Daun kelor mudah didapat dan terjangkau harganya, bahkan daun tersebut dapat dilingkungan masyarakat. Karena itu, mari giatkan 3M pohon kelor.

Merujuk dari manfaat daun kelor, ujar Iqbal, amat relevan dalam tindakan mencegah berkembangnya potensi lahirnya bayi stunting. Ditambah lagi dengan gerakan cukup dua telor akan mampu menekan potensi stunting di tengah masyarakat.

Dikatakan Iqbal, daun kelor kaya akan manfaat bagi kesehatan, sehingga dapat membantu mengatasi potensi risiko stunting.  “Selain mengonsumsi telur, daun kelor pun akan membantu peningkatan gizi bayi yang akan membantu mencegah stunting seta dapat meningkatkan kecerdasan otak anak-anak., ujar Iqbal.

Kelor sejak dahulu dikenal sebagai pepatah “dunia tak selebar daun kelor, akan tetapi manfaat kelor telah selebar dunia,” kata Iqbal. Orang dari negara luar telah memanfaatkan daun yang dikenal sebagai “daun remunggai” hingga sampai ke belahan negara tropis untuk mendapatkan daun yang kaya akan manfaat mari kita giatkan untuk mengkonsumsi daun kelor, ujarnya berulang.

Wabup Respon Positif

Ngobrol pagi yang berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Bengkulu Selatan disambut Wakil Bupati yang sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Turut hadir sejumlah pejabat di lingkup Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan.

Wabup Rivai Tajuddin menyambut inovasi cemerlang itu untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas di daerah itu. “Kelor alias remunggai tidak sulit untuk didapatkan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Namun masyarakat kurang pengetahuan akan manfaat pohon tersebut.

Untuk meningkatkan pengetahuan akan manfaat daun kelor maka diperlukan gerakan edukasi kepada masyarakat. Gerakan itu untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan stunting atau tubuh kerdil akibat kekurangan gizi dalam waktu yang ukup lama pada bayi, ujarnya.

Stunting, tidak dapat diobati jika telah anak berusia lima tahun, maka dari itu perlu pencegahan sedini mungkin melalui intervensi sensitif untuk memutus potensi tubuh kerdil dari sektor hulu. Salah satunya dengan membudayakan gemar mengkonsumsi daun kelor. Baik digunakan atau dikonsumsi sebagai teh seduh maupun sayur. (irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.