Cegah Stunting, GenRe Bengkulu Gelar Konser Amal di Arga Makmur

oleh -318 Dilihat
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara konsel aman yang digelar GenRe Bengkulu di Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara. Dana yang terkumpul dari kegiatan ini akan disumbangkan kepada keluarga yang berpotensi terpapar stunting.(Foto HB/RDA)
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara konsel aman yang digelar GenRe Bengkulu di Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara. Dana yang terkumpul dari kegiatan ini akan disumbangkan kepada keluarga yang berpotensi terpapar stunting.(Foto HB/RDA)

Argamakmur  -Menindaklanjuti Jambore Ajang Kreatifitas (JAK) Generasi Berencana ( GenRe) 2023 pada awal Juni 2023 Forum GenRe Bengkulu menggelar konser amal pencegahan stunting melalui penampilan kegiatan seni dan penggalangan dana untuk disalurkan kepada keluarga berpotensi berisiko stunting di Bengkulu.

Konser tersebut di gelar oleh Forum GenRe Kabupaten Bengkulu Utara di Kota Argamakmur. Kegiatan sosial itu berlangsung atas kerjasama lintas sektor, antar Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, melalui OPD KB, serta partisipasi lembaga swasta lainnya di Bengkulu Utara.

Hadir pada konser amal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu M. Iqbal Apriansyah,SH, M.P.H yang didampingi sejumlah pejabat di lingkup Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Petugas Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Bengkulu, Minggu (4/6/2023).

Plt Kepala Dinas PPKB Bengkulu Utara Herma Hayani, menyampaikan, konser amal upaya cegah stunting ini melibatkan ratusan remaja pelajar yang tergabung dalam organisasi remaja yaitu GenRe dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PKK-R) SMP dan SMA di Kabupaten Bengkulu Utara. Aksi sosial ini merupakan implementasi dari Perpres Nomor 72/2021 yang mengamanatkan pelaksanaan penurunan stunting dilakukan secara kolaboratif lintas komponen, ujar Herma.

Kegiatan sehari itu selain konser atau pertunjukan langsung seni budaya dan sosial, juga terdapat kegiatan penggalangan dana yang diambil dari partisipasi anggota GenRe dan tamu undangan. Dana tersebut akan disalurkan kepada kelurga berisiko dan keluarga yang memiliki baduta terpapar gizi buruk berupa makanan, ujarnya.

“Dari aksi penggalangan dana, telah terkumpul donasi secara spontan sebesar Rp 3 juta yang akan disalurkan kepada keluarga berisiko dan keluarga terpapar stunting dalam bentuk pemberian makanan,” sebut Herma.

Donasi tersebut akan disalurkan kepada keluarga berisiko yang akan menyalurkan makanan tambahan gizi baik protein nabati maupun hewani sebagai bahan pangan lokal. “Ada tiga kelompok sasaran yang disalurkan yakni kelompok ibu hamil, remaja catin dan baduta, ” ujarnya.

Masih Herma, aksi sosial kelompok GenRe di Bengkulu Utara selain penggalangan dana cegah stunting juga menggelar beberapa kegiatan yang berkaitan pencegahan stunting seperti adanya sosialisasi manfaat pangan lokal. Yang dikembangkan dengan program “Darling” Dapur Sehat Gemilangkan Cegah Stunting yang akan dilaksanakan di seluruh desa di Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 220 desa /kelurahan dengan mengembangkan program Darling diyakini dapat mencegah potensi stunting.

“Darling mengedepankan konsep masakan perkedel ikan dan wortel sebagai bahan pangan lokal yang mudah didapatkan di Bengkulu Utara. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan komitmen aksi cegah stunting dan promosi GenRe di Kabupaten Bengkulu Utara, ” katanya.

Pelibatan GenRe dalam pencegahan stunting tidak berhenti sampai disitu, GenRe secara berkesinambungan akan memberikan pengetahuan dengan menyosialisasikan pemanfaatan lingkungan atau lahan kosong. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk ditanami sayur-sayuran dan tanaman pengganti pangan pokok, sambung Herma.

Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah berharap kegiatan ini menjadi semangat adik – adik Genre untuk terus berkreasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Konser amal cegah stunting (KACA) dan Dapur Sehat Gemilangkan Cegah Stunting (DARLING) untuk menjadi aksi nyata yang bisa kita laksanakan untuk mencegah stunting. Apresiasi kami berikan kepada adik – adik Genre yang telah berpartisipasi dalam upaya percepatan penurunan stunting”.

Kabupaten Bengkulu Utara merupakan kabupaten pertama yang melaksanakan kegiatan ini dimana nantinya hasil dari konser amal ini akan dimanfaatkan melalui pembuatan masakan Darling yang akan diserahkan kepada Keluarga – keluarga Beresiko Stunting yang ada di Provinsi Bengkulu, ujar Iqbal.

Ia menghimbau inovasi ini dapat diikuti seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu sehingga wilayah di Bengkulu dapat menekan prevalensi stunting sesuai target pada 2024 sebesar 14 persen. Disampaikan Iqbal, angka stunting di Bengkulu Utara masih terbilang tinggi. Dimana pada 2023 angka stunting masih berada pada angka 22,8 persen (SSGI-2022). Dan keluarga berisiko stunting pada periode 2022 sebanyak 13.780 keluarga (hasil pemutakhiran PK 2021) yang tersebar di 25 kecamatan. (rda)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.