Bujang Gadis Bengkulu Diajak Cerdaskan Masyarakat Gunakan Obat dan Kosmetik Aman

oleh -198 Dilihat

Bengkulu-Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Bengkulu melibatkan sebanyak 15 pasang finalis Bujang Gadis Bengkulu Tahun 2022 melakukan kegiatan penyebaran informasi obat dan makanan aman.

Para Bujang Gadis tersebut, merupakan finalis terpilih mewakili berbagai kota dan kabupaten di Bengkulu, tengah menjalani masa karantina pemilihan Bujang Gadis Bengkulu Tahun 2022.

Kepala Balai POM di Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, di Bengkulu, mengatakan, peran serta Bujang Gadis mencerdaskan masyarakat memberikan informasi dan edukasi, agar mampu memilih serta menggunakan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang aman, bermanfaat dan bermutu.

“Kehadiran Bujang Gadis yang merupakan Duta Wisata Provinsi Bengkulu, dan role model generasi muda berprestasi akan mudah diterima di tengah masyarakat dan milenial,” kata Yogi, seperti dilansir RRI.CO.ID, Rabu (6/7/2022).

Materi yang disampaikan Narasumber BPOM meliputi obat, obat tradisional, kosmetik dan pangan aman serta penggunaan aplikasi BPOM Mobile bagi masyarakat untuk mengecek status suatu produk apakah sudah memiliki izin edar dari Badan POM.

“Sebelum membeli suatu produk obat dan makanan, diharapkan untuk selalu melakukan cek klik atau cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa,” kata Yogi.

Penggunaan Obat dan Makanan

Dalam sesi diskusi para peserta banyak mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pengalamannya seputar penggunaan obat dan makanan. Selain mendapatkan materi seputar obat dan makanan aman, para finalis bujang gadis juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan tur laboratorium.

Bersama-sama mereka mengunjungi laboratorium pengujian pangan, teranokoko (terapetik, narkotik, kosmetik, obat tradisional dan produk komplemen), mikrobiologi dan DNA milik Balai POM di Bengkulu dan mendapatkan penjelasan seputar kegiatan pengujian yang dilakukan.

“Diharapkan para Bujang Gadis dapat memiliki pengetahuan tentang obat dan makanan aman sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dari produk obat dan makanan yang berbahaya terhadap kesehatan dan selanjutnya juga dapat turut menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat komunitasnya,” demikian Yogi.(U-1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.