Bengkulu – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mempertemukan calon investor dari Malaysia, Jepang, dan Pakistan dengan pemilik proyek investasi di Bengkulu melalui Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026, berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Acara ini dibuka Wqgub Bengkulu menggantikan Gubernur Helmi Jasan berhalangan hadir dan hadiri Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, para pejabat dari Pemkab dan Pemkot se- Bengkulu, Forkompinda Bwngkulu, serta sejumlah investor dari luar negeri dan dalam negeri.
Forum investasi tahunan tersebut menawarkan 13 proyek investasi siap ditawarkan (investment project ready to offer) sekaligus memperluas promosi perdagangan dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan diplomatik Belarus, Palestina, dan Tunisia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan, investasi berperan penting dalam mengoptimalkan bonus demografi Bengkulu sekaligus meningkatkan kinerja ekspor.
“Kami juga mengapresiasi cakupan BRIEF 2026 yang menghubungkan investasi, perdagangan, dan pariwisata. Ketiganya saling mendukung dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Aida.
BRIEF 2026 mempertemukan pemilik proyek dan calon investor melalui presentasi proyek, pameran, serta pertemuan bisnis langsung (one-on-one meeting). Proyek yang ditawarkan mencakup empat sektor, yakni infrastruktur dan energi, hilirisasi, agrikultur, serta pariwisata.
Forum tersebut juga menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan calon pembeli untuk memperluas pemasaran produk unggulan Bengkulu, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Dalam sesi penandatanganan komitmen, tiga kesepakatan investasi dijalin antara pemerintah kabupaten dan investor dari Bengkulu Selatan, Mukomuko, serta Bengkulu Utara. Selain itu, empat nota kesepahaman atau letter of intent (LoI) ditandatangani untuk kemitraan UMKM kopi dan produk lokal.
Aida menegaskan, setiap komitmen dan pertemuan bisnis harus ditindaklanjuti secara konkret agar menghasilkan investasi yang benar-benar terealisasi.
“Setiap LoI dan pertemuan bisnis perlu ditindaklanjuti dengan langkah yang jelas hingga menjadi investasi nyata. Bank Indonesia siap terus mendampingi dan memperkuat sinergi tersebut sesuai kewenangannya,” ujarnya.
BRIEF 2026 mendukung pencapaian target investasi Provinsi Bengkulu sebesar Rp5,75 triliun pada 2026. Hingga semester I tahun ini, realisasi investasi tercatat mencapai 49,67 persen dari target tersebut.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, promosi investasi yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan eksposur, tetapi berlanjut menjadi kemitraan usaha, perluasan pasar, dan realisasi investasi.
“Harapan kita bersama adalah bahwa promosi yang dilakukan tidak berhenti pada eksposur semata, tetapi benar-benar menghasilkan kemitraan, perluasan pasar, dan pada akhirnya realisasi investasi,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, BI akan terus memperkenalkan potensi Bengkulu kepada investor dan mitra usaha, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain investasi dan perdagangan, BRIEF 2026 memperkuat promosi pariwisata melalui peluncuran Bengkulu Tourism Package Handbook bertajuk “The Hidden Paradise of Sumatra”. Buku panduan yang disusun bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) itu memuat lima paket wisata siap jual dengan durasi dua hingga empat hari.
Paket tersebut menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai dari penjelajahan habitat bunga Rafflesia, konservasi gajah, wisata kuliner pesisir, hingga perjalanan menggunakan kereta Molek. Paket ini diharapkan dapat dipasarkan oleh agen perjalanan maupun ditawarkan kepada pemerintah.
Promosi pariwisata juga dilakukan melalui Explore Bengkulu Video Challenge yang berlangsung pada 29 September hingga 7 Oktober 2026. Program tersebut melibatkan lebih dari 110 kreator konten lokal untuk memperkenalkan potensi wisata Bengkulu melalui media sosial. Lima kreator terbaik menerima penghargaan dalam rangkaian BRIEF 2026.
Perluasan cakupan forum ini sejalan dengan upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bengkulu. Pada triwulan II 2026, ekonomi Bengkulu tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan inflasi pada September 2026 tercatat 3,38 persen secara tahunan.
Dengan 68,75 persen penduduk berada pada usia produktif berdasarkan SUPAS 2025, peningkatan investasi diharapkan mampu membuka lapangan kerja berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BI berperan menghubungkan pemilik proyek dengan investor dan calon pembeli melalui jejaring Investment Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU). Bengkulu merupakan satu dari 14 RIRU di Indonesia yang terhubung dengan lima GIRU BI di Singapura, Tokyo, London, New York, dan Beijing.
Melalui sinergi tersebut, BRIEF 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi baru, peningkatan ekspor, serta pengembangan pariwisata yang melibatkan UMKM dan rantai pasok lokal.











