BI Bengkulu Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Bencoolen Fest 2026

oleh -16 Dilihat

Bengkulu – Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital agar mampu berkembang dan bersaing. Upaya tersebut dilakukan melalui Bencoolen Fest 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu.

Deputi Bank Indonesia Muhammad Irfan Octama mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar, peningkatan produktivitas, serta kemampuan menghasilkan produk sesuai kebutuhan konsumen.

Menurut Irfan, pemberian kredit tanpa diikuti peluang pemasaran yang memadai berpotensi menambah beban pelaku usaha. Karena itu, akses pembiayaan perlu berjalan seiring dengan penguatan kualitas produk dan perluasan jaringan pemasaran.

Bencoolen Fest 2026 menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, lembaga keuangan, komunitas, dan pemerintah. Melalui kegiatan ini, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Festival tersebut juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis, memperluas distribusi, serta mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain promosi produk, Bencoolen Fest 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan yang berfokus pada pengembangan wastra, fesyen, dan kopi Bengkulu.

Promosi wastra dan fesyen dilakukan melalui peragaan busana selama tiga malam. Pada malam pertama, kegiatan melibatkan organisasi perempuan, antara lain Dharma Wanita Persatuan dan Bhayangkari. Peragaan busana pada malam kedua terbuka bagi masyarakat umum, sedangkan malam ketiga melibatkan peserta dari kalangan perbankan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan wastra dan produk fesyen lokal sekaligus mendorong pelaku UMKM mengembangkan kreativitas, memperkuat identitas produk, dan meningkatkan nilai jual.

Di sektor kopi, festival diisi dengan kompetisi, demonstrasi penyeduhan kopi secara manual (manual brew), serta diskusi pengembangan industri kopi. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dengan komunitas dan praktisi kopi untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan keterampilan.

Penguatan kualitas, inovasi, dan promosi dinilai penting agar kopi Bengkulu tidak hanya dikenal sebagai komoditas, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Bencoolen Fest 2026 juga menyediakan ruang edukasi mengenai digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan. Melalui diskusi dan pengalaman langsung, pengunjung diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung transaksi, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperluas jangkauan konsumen.

Salah satu layanan yang diperkenalkan ialah penggunaan quick response code Indonesian standard (QRIS), termasuk simulasi transaksi lintas negara (cross-border). Pengunjung juga dapat mengenal berbagai layanan keuangan dari perbankan yang berpartisipasi dalam festival.

Selain itu, kegiatan Wakafin mengajak masyarakat berwakaf sambil menikmati kopi. Pemerintah daerah turut berpartisipasi melalui layanan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk memperkenalkan penggunaan sistem pembayaran digital.

Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi salah satu kebutuhan UMKM untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola belanja masyarakat. Dengan sistem transaksi digital, pelaku usaha berpeluang menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Penyelenggaraan Bencoolen Fest 2026 mencerminkan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem UMKM.

Pengembangan UMKM tidak hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga harus didukung strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi, dan hubungan yang berkelanjutan dengan konsumen.

Melalui kegiatan promosi dan edukasi tersebut, UMKM Bengkulu diharapkan dapat memperkuat daya saing dan membuka peluang usaha baru. Keberlanjutan program serta perluasan akses pasar menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bertahan dan berkembang.

Bencoolen Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah, memperkuat posisi UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang inklusif serta berkelanjutan.(***)

 

Editor  : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.