Atasi Stunting di Kabupaten Kepahiang Dilakukan Secara Keroyokan

oleh -251 Dilihat
Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah memasangkan selendang kepada Wakil Bupati Kepahiang, Suardi Nata sebagai bapak angkat bapak asuh anak stunting di daerah ini.(Foto HB/Idris)
Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah memasangkan selendang kepada Wakil Bupati Kepahiang, Suardi Nata sebagai bapak angkat bapak asuh anak stunting di daerah ini.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Sedikitnya ada lima unsur kekuatan pentahelix mengeroyok potensi risiko stunting di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan karena Kepahiang merupakan salah satu daerah di Bengkulu memiliki kasus stunting tertinggi di daerah ini.

Adapun unsur pentahelix itu, yakni pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa melakukan aksi konvergensi pencegahan kasus tubuh kerdil. Konvergensi pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas keluarga berisiko untuk mencegah stunting.

Unsur pentahelix sebagai mitra pencegahan stunting di Kabupaten Kepahiang juga melibatkan pihak swasta melalui penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) hingga perguruan tinggi dan media massa turut mengambil peran pada Roadshow Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (PPS) tingkat kabupaten dan kota tahun 2023 di Bengkulu.

Berlangsungnya kampanye pencegahan stunting di Desa Tangsi Baru, Kepahiang, setelah digelar di Kabupaten Rejang Lebong kemarin menyasar 150 penerima manfaat dengan menyasar penerima bantuan telur, PMT,TTD.

Hadir pada roadshow di lapangan Kabawetan Jumat (27/10/2023) itu, selain Wagub Bengkulu, Rosjonsyah juga Plt Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, M Iqbal Apriansyah. Ia mengatakan turut mengambil peran dalam mengentaskan stunting di Kepahiang, yaitu PT Trisula, Bank Bengkulu Cabang Kepahiang sebagai Bapak Asuh Anak Stunting serta unsur perguruan tinggi dan media massa ikut memberikan bantuan berupa telur ayam kepada 150 penerima manfaat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang bergandeng tangan dengan sejumlah Forkopimda setempat sebagai Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Selain pemberian telur kepada keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) dengan menu pangan lokal dan tablet tambah darah (TTD) diberikan kepada remaja putri.

Roadshow ini betujuan untuk meningkatkan komitmen stakeholder sebagai satu kesatuan utuh dalam pencegahan stunting. Sehingga nantinya diharapkan menjadi contoh di kabupaten lain, ujar Iqbal.

Wakil Bupati Kepahiang Zurdi Nata, selaku Ketua TPPS di Bumi Sehasen itu menyampaikan bahwa pengerahan kekuatan pentahelix adalah sebuah bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mencegah stunting atau tubuh kerdil.

Stunting, di daerah ini masih amat tinggi dengan angka 24,9 persen pada 2022 yang merupakan prevalensi tertinggi di Bumi Rafflesia. Dikatakannya, penyebab stunting atau tubuh kerdil di daerah itu selain kekurangan gizi, juga disumbang oleh minimnya jamban tidak sehat.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.