Antisipasi Karhutla, Pemkab dan Polres Bengkulu Tengah Tingkatkan Kesiapsiagaan

oleh -32 Dilihat
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto bersama Kapolres melakukan pemeriksaan barisan pada Apel Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla dan dampak El Nino di wilayah ini.(Foto/MC Benteng)
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto bersama Kapolres melakukan pemeriksaan barisan pada Apel Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla dan dampak El Nino di wilayah ini.(Foto/MC Benteng)

Bengkulu Tengah- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah bersama Polres Bengkulu Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dampak El Nino.

Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Personel dan Perlengkapan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar hingga sejumlah organisasi perangkat daerah, Jumat (31/7/2026).

Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menegaskan pencegahan karhutla hanya akan berhasil jika masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.

“Masyarakat Bengkulu Tengah dilarang melakukan pembakaran hutan atau pembukaan lahan baru dengan cara membakar di mana pun lokasinya, karena khawatir akan terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut, ” kata Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari. Hal-hal yang dianggap sepele, seperti membuang puntung rokok sembarangan, dapat memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

Warga juga diminta hati-hati dalam beraktivitas, seperti membuang puntung rokok sembarangan karena dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di daerah ini.

Cuaca panas ekstrem yang melanda Indonesia, katanya termasuk Kabupaten Bengkulu Tengah, membuat potensi kebakaran semakin tinggi sehingga masyarakat diminta menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo mengatakan apel tersebut merupakan langkah memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Hari ini kita menggelar apel gelar personel dan kelengkapan, khususnya Kabupaten Bengkulu Tengah dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino yang berpotensi terjadi kebakaran hutan maupun lahan,” katanya.

Totok menilai potensi karhutla di Bengkulu Tengah cukup tinggi karena sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan perkebunan. Karena itu, masyarakat diminta meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Bengkulu Tengah ini mayoritas perkebunan. Jangan sampai pembukaan lahan dengan cara pembakaran membuat banyak titik api yang tidak bisa kita kontrol, yang akhirnya berdampak pada aktivitas masyarakat banyak,” jelasnya.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan pencemaran udara yang dapat membahayakan kesehatan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran hutan atau lahan, karena tidak hanya berdampak pada aktivitas, namun juga akan berdampak ke semua aspek termasuk kesehatan,” tegas Totok.

Apel siaga karhutla tersebut diikuti personel Kodim 0407/Kota Bengkulu, Sat Samapta, Satlantas, Sat Intelkam dan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah, personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai bentuk sinergi menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.