Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Bengkulu Salurkan Bantuan 232 Unit Pompa Air pada Petani

oleh -22 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyerahkan bantuan Alsintan, termasuk pompa air kepada kelompok tani di Bengkulu beberapa waktu lalu.(Foto/Dokumen)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyerahkan bantuan Alsintan, termasuk pompa air kepada kelompok tani di Bengkulu beberapa waktu lalu.(Foto/Dokumen)

Bengkulu-Untuk mengantisipasi dampak El Nino, Pemprov Bengkulu membagikan bantuan pompa sebanyak 232 unit kepada para petani di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini.

Bantuan pompa air dari pemerintah pusat ini bertujuan agar petani tidak kesulitan air untuk menyirami tanaman pertanian mereka ketika terjadi El Nino, sehingga petani bisa melaksanakan panen dengan baik.

Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, di Bengkulu, Jumat (14/6/2024) mengatakan, bantuan 232 unit pompanisasi dari Pemerintah Pusat harus dipercepat penyaluranya ke kabupaten kota agar para petani tidak kesulitan dalam memperoleh air saat musim El Nino tiba.

“Tapi kita khawatirkan ke depan El Nino ini memang terjadi lebih parah lagi (akan terjadi kekeringan), kemudian langkah ini sudah dilakukan pemerintah dengan membagikan pompanisasi kepada para petani,” ujarnya.

Provinsi Bengkulu mendapat bantuan pompa air dari pemerinntah pusat sebanyak 232 unit. “Bantuan ini kita salurkan kepada petani dan kita minta dinas terkait untuk memastikan pompa air ini bermanfaat dan penyalurannya dipercepat dan tepat sasaran,” tambah kata Raden Ahmad Denni.

Penyaluran bantuan Pompanisasi dari Pemerintah Pusat ini merupakan bentuk upaya pemerintah mengatasi permasalahan kebutuhan air para petani di Indonesia saat musim kemarau tiba.

Karena itu, kata Raden Ahmad Denni, Pemprov Bengkulu juga akan melakukan pendataan kembali terhadap areal persawahan yang ada di Provinsi Bengkulu.

Hal ini dilakukan guna menekan kemungkinan terburuk yang terjadi di Provinsi Bengkulu mengenai suplai beras yang tak disediakan lagi oleh kabupaten maupun Provinsi tetangga dan Bulog kepada Provinsi Bengkulu. Sehingga, pemprov bisa mengambil langķah antisipasi dari permasàlahan yang ditimbulkan tersebut sedini mungkin.

“Kita juga akan melakukan pendataan kembali seandainya kabupaten tetangga bulog tidak mensuplai beras ke kita cukup tidak sawah kita di Bengkulu untuk menghidupkan 2 juta penduduk ini yang penting dan ini harus dibuat skema,” tambahnya.

Raden Ahmad Denni berharap, Pemerintah Pusat juga harus memprioritaskan dan memberikan bantuan pengolahan beras yang standar untuk Provinsi Bengkulu.

“Bengkulu ini kan belum ada pengolahan beras yang standar, ini perlu jadi pemahaman kita prioritas pemerintah pusat supaya harus ada mesin yang standar yang bisa mengolah beras kita,” demikian mantan Kepala Dinas PMD Bengkulu ini.(min)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.