Wagub Mian Minta Pendamping Desa Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

oleh -23 Dilihat

Bengkulu Utara– Wakil Gubernur Bengkulu Mian meminta para pendamping desa memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Mian, pendamping desa memiliki peran strategis dalam membantu kepala desa menjalankan pembangunan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki setiap desa.

Peran tersebut tidak cukup hanya berkutat pada urusan administrasi dan perencanaan, tetapi juga harus mampu membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Mian saat menghadiri peringatan Hari Bhakti Pendamping Desa Tingkat Provinsi Bengkulu di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (31/10).

“Pendamping desa harus mampu memberikan dukungan penuh kepada seluruh kepala desa. Membangun desa memang membutuhkan anggaran, tetapi pendamping juga bisa menghadirkan perubahan besar melalui penguatan kolaborasi, termasuk dengan dunia usaha,” ujar Mian.

Ia mengatakan, pendamping desa merupakan garda terdepan dalam memfasilitasi dan memberdayakan pemerintah serta masyarakat desa.

Karena itu, pendampingan harus diarahkan agar pembangunan tidak sekadar memenuhi target administrasi, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mian menekankan pentingnya sinergi tiga pilar pembangunan desa, yakni pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ketiganya harus berjalan beriringan agar potensi ekonomi desa dapat dikembangkan secara optimal.

“Prinsip membangun itu ada tiga pilar. Pilar pertama pemerintah, pilar kedua masyarakat, dan pilar ketiga dunia usaha. Ketiganya harus saling berkolaborasi agar pembangunan desa berjalan lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Rosyid Althaf, berharap pendamping desa lebih aktif mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pelaksanaan program prioritas Presiden.

Menurut Rosyid, pendamping desa harus ikut mengawal berbagai program strategis, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan swasembada pangan. Pendamping juga perlu mampu mengidentifikasi serta mengembangkan potensi unggulan di masing-masing desa.

“Indikator keberhasilan pembangunan desa salah satunya adalah berkurangnya angka kemiskinan. Program-program prioritas Presiden, seperti Koperasi Desa Merah Putih, MBG, dan swasembada pangan, harus kita dorong bersama.

Di sinilah pendamping desa memiliki peran penting, termasuk dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa,” ujar Rosyid.

Peringatan Hari Bhakti Pendamping Desa tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Bengkulu Aldi Nurkarim, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

 

Editir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.