Unib Terima 35 Mahasiswa Asing dari Sejumlah Negara

oleh -17 Dilihat

Bengkulu– Universitas Bengkulu (Unib) menerima 35 mahasiswa asing pada 2026 yang berasal dari sejumlah negara untuk menempuh pendidikan pada jenjang sarjana dan magister di berbagai program studi.

Sebanyak 35 mahasiswa tersebut akan mengikuti proses perkuliahan bersama mahasiswa reguler Unib dan tersebar di sejumlah fakultas.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Manajemen. Sementara di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), terdapat mahasiswa pada Program Studi S1 Kedokteran.

Di Fakultas Teknik, mahasiswa asing tersebar pada Program Studi S1 Arsitektur, S1 Sistem Informasi, S1 Informatika, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Mesin, dan S1 Teknik Elektro.

Kemudian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), mereka mengikuti pendidikan pada Program Studi S1 Administrasi Publik dan S1 Ilmu Komunikasi.

Selanjutnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menerima mahasiswa pada Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris.

Di Fakultas Pertanian, mahasiswa asing tersebar pada Program Studi S1 Ilmu Tanah, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Agribisnis, dan S1 Agroekoteknologi.

Sementara itu, di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Fisika, S2 Kimia, dan S2 Biologi. Adapun di Fakultas Hukum terdapat mahasiswa asing pada Program Studi S1 Ilmu Hukum.

16 Mahasiswa Tiba pada Tahap Pertama
Pada tahap pertama kedatangan, sebanyak 16 mahasiswa asing telah tiba di Bengkulu. Mereka terdiri atas 12 laki-laki dan empat perempuan yang berasal dari tiga negara, yakni empat mahasiswa asal Vietnam, satu dari Thailand, dan 11 dari Pakistan.

Ke-16 mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan pada Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ekonomi, S1 Manajemen, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Agribisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Informatika, S1 Teknik Mesin, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S2 Biologi.

“Kedatangan adik-adik mahasiswa asing ini dibagi menjadi dua tahap. Sebanyak 19 orang lagi dijadwalkan tiba di Kota Bengkulu pada 23 September 2026,” ujar Prof. Wisma.

Setibanya di kampus, para mahasiswa asing langsung diarahkan menuju tempat tinggal yang telah disiapkan Unib.

Mahasiswa laki-laki ditempatkan di Asrama Internasional, eks Asrama PGSD yang berada di samping Kantor BNI Unit Unib. Sementara mahasiswa perempuan ditempatkan di Asrama Orchid yang berada di samping Gedung Fakultas Kedokteran Unib.

Penyiapan fasilitas hunian tersebut merupakan bagian dari upaya Unib memastikan mahasiswa internasional memperoleh dukungan yang memadai sejak tiba di Bengkulu.

Dorong Internasionalisasi Unib

Penerimaan mahasiswa asing tahun 2026 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan internasionalisasi Universitas Bengkulu.

Sebelumnya, meskipun kuota yang disiapkan hanya sekitar 30 hingga 50 mahasiswa, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar melalui aplikasi dan melengkapi berkas seleksi mencapai ribuan peserta dari lebih dari 60 negara.

Tingginya animo tersebut menunjukkan semakin luasnya perhatian calon mahasiswa internasional terhadap Universitas Bengkulu.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengatakan tingginya minat calon mahasiswa asing merupakan hasil dari berbagai strategi internasionalisasi yang secara konsisten dikembangkan Unib dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, capaian tersebut sejalan dengan visi Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak, termasuk melalui penguatan jejaring akademik internasional, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan program kolaborasi lintas negara.

“Ini merupakan buah dari berbagai upaya yang selama ini kita lakukan untuk memperkuat posisi Unib di tingkat internasional.

Tingginya minat calon mahasiswa asing menunjukkan bahwa strategi internasionalisasi yang kita jalankan mulai membuahkan hasil.

Pada saat yang sama, ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan brand image Universitas Bengkulu di tingkat global,” ujarnya.

Rektor menjelaskan proses seleksi mahasiswa asing tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga memperhatikan keberagaman negara asal peserta agar kehadiran mahasiswa internasional dapat memberikan kontribusi positif terhadap dinamika pembelajaran dan kehidupan akademik di kampus.

“Keberagaman budaya, perspektif, dan pengalaman akan memperkaya kehidupan akademik di kampus. Karena itu, selain mempertimbangkan asal negara, proses seleksi juga menilai motivasi belajar, kemampuan komunikasi, kesiapan akademik, kemampuan beradaptasi dengan budaya Indonesia, serta komitmen mereka untuk menyelesaikan studi di Universitas Bengkulu,” katanya.

Mahasiswa Asing Bawa Pengalaman Global

Prof. Indra menegaskan Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Unib yang akan terus diperkuat.

Ke depan, langkah tersebut akan berjalan beriringan dengan perluasan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran budaya, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.

Menurut dia, keberadaan mahasiswa asing di Unib tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa internasional, tetapi juga membuka ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa Indonesia melalui interaksi lintas budaya.

 

Kehadiran mahasiswa asing di ruang kuliah, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, maupun aktivitas kampus lainnya diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar lintas budaya yang semakin kuat.

Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya berlangsung melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga hadir secara nyata dalam kehidupan akademik mahasiswa.

“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Unib. Kita ingin memastikan setiap mahasiswa internasional

memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif selama menempuh pendidikan di Unib, sehingga mereka dapat berkembang, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Unib di berbagai belahan (Humas Unib)

 

Editor. : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.